Perkebunanindonesia.com – Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyoroti kisah sukses Subhan, transmigran tahun 1988, yang kini petani sawit berpenghasilan hingga Rp19 juta per bulan dari usaha kelapa sawit.
Hal tersebut terungkap saat Mentrans Iftitah memulai rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Barat dengan mengunjungi Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (18/07/2025).
Kehadiran Menteri disambut langsung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Bupati Mamuju, serta ratusan warga dan tokoh masyarakat transmigran.
Menteri Ifititah menyampaikan penghormatan kepada seluruh masyarakat dan mengapresiasi semangat warga seperti Mukhlis yang mendukung transmigrasi meskipun berasal dari penduduk asli setempat.
Menteri menekankan bahwa kebijakan transmigrasi kini bersifat bottom-up, bukan lagi instruksi pusat, dan lebih menekankan potensi pengembangan kawasan secara menyeluruh, bukan sekadar pemindahan penduduk.
Menteri Iftitah menjelaskan bahwa urusan jalan kini bukan lagi langsung ditangani oleh Kementerian Transmigrasi, namun akan dikonsolidasikan dengan Kementerian PUPR.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri dan memberi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah.
Warga dari berbagai daerah transmigrasi menyampaikan aspirasi, termasuk harapan atas peningkatan infrastruktur jalan dan pengembangan potensi wisata kawasan yang dikenal sebagai “negeri di atas awan.”
Warga Mamuju Tengah menyoroti potensi besar sawit dan keberhasilan para transmigran yang kini banyak berhaji. Mereka berharap ke depan dibangun pabrik sawit agar nilai tambah dapat dinikmati langsung di daerah.
Salah satu warga Kabuloang, Mukhlis, yang merupakan transmigran tahun 1980-an, menyampaikan harapan agar desanya mendapat perhatian lebih dan dijadikan bagian kawasan transmigrasi formal.
Menanggapi hal ini, Gubernur menyatakan dukungan dengan catatan bahwa status tanah tidak bermasalah, dan kembali menegaskan bahwa sebagian besar penduduk Mamuju Tengah kini berasal dari keluarga transmigran.
Dalam kesempatan itu, Menteri Iftitah mengumumkan rencana pengiriman 105 orang yang terdiri dari 21 Tim Ekspedisi Patriot yang diterjunkan di tujuh lokasi di Sulawesi Barat sebagai bagian dari program penguatan kapasitas dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan kawasan.
Setelah ekspedisi, akan dibangun Kampus Patriot di Mamuju, di mana mahasiswa dari kampus-kampus ternama seperti UI, UGM, ITB, IPB, dan ITS akan melakukan pembelajaran lapangan langsung di kawasan transmigrasi untuk mencari terobosan nyata. (far)




