a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Akselerasi Tanam Tebu 2025 di Blora untuk Wujudkan Swasembada Gula

Akselerasi Tanam Tebu 2025 di Blora untuk Wujudkan Swasembada Gula (dok Kementan)

Akselerasi Tanam Tebu 2025 di Blora untuk Wujudkan Swasembada Gula

9 Desember 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mulai mengakselerasi program peningkatan produksi tebu nasional untuk wujudkan swasembada gula.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto mengatakan, program pengembangan tebu menjadi langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula.

“Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas tebu melalui revitalisasi lahan dan penyediaan benih unggul. Ini komitmen untuk memperkuat ketahanan gula nasional,” ujar Heru dikutip Senin (8/12/2025).

Heru menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan pabrik gula agar target tanam bisa tercapai tepat waktu. “Sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” katanya.

Heru berharap produktivitas tebu di Blora dapat meningkat dan memperkuat kemitraan antara petani dan pabrik gula, termasuk PG Gendhis Multi Manis (GMM).

Salah satunya dilakukan lewat kegiatan Tanam Bersama Pengembangan Kawasan Tebu 2025 yang digelar di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Rabu (3/12).

Provinsi Jawa Tengah mendapatkan jatah 12.076 hektare pada program 2025, dengan Kabupaten Blora menerima target 1.072,13 hektare. Sejauh ini, pelaksanaan di Blora telah memasuki tahap distribusi benih, pengolahan lahan, dan penanaman.

Dalam kegiatan tersebut, pekebun menerima bantuan benih varietas Bulu Lawang (BL) yang dikenal memiliki potensi hasil tinggi, mencapai sekitar 94 ton per hektare dengan rendemen 7,51 persen.

Selain mengejar target produksi gula nasional, program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ekonomi kawasan pedesaan.

“Tujuan akhirnya adalah swasembada gula sekaligus peningkatan kesejahteraan pekebun,” tegas Heru.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan signifikan produksi gula dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut Amran, pengembangan kawasan tebu harus dipercepat dan diperluas agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

“Kita ingin Indonesia kembali menjadi negara kuat dalam produksi gula. Tebu harus diperluas, rendemen harus naik, dan petani harus sejahtera. Itu tujuan besar kita,” tegas Amran. (sat)

Tags: Direktorat Jenderal PerkebunanKementanPengembangan tebuSwasemba gula

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mentan Sebut Konsumen Kini Cenderung Beli Beras ke Pasar Tradisional

Mentan Amran Sebut Konsumen Kini Cenderung Beli Beras ke Pasar Tradisional

14 Agustus 2025
Prospek Kopi Dunia Diprediksi Tekanan Akibat Tarif AS

Prospek Kopi Dunia Diprediksi Tertekan Akibat Tarif AS

12 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.