a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Perkuat Hadapi Potensi Musim Kering untuk Produksi Kopi Nasional

Kementan Perkuat Hadapi Potensi Musim Kering untuk Produksi Kopi Nasional

1 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA –  Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah adaptasi perubahan iklim untuk menjaga produktivitas kopi nasional menjelang periode kering yang diperkirakan terjadi pada September – November 2026.

“Mitigasi terus diperkuat melalui penerapan budidaya adaptif, penggunaan benih unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim, serta pendampingan kepada pekebun agar produksi tetap terjaga,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dikutip Senin (31/8/2026).

Mentan Amran menegaskan bahwa perubahan iklim harus diantisipasi sejak dini agar tidak mengganggu produksi dan kualitas kopi nasional yang menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan mulai dari penguatan konservasi tanah dan air, penyediaan benih adaptif, pemanfaatan informasi iklim, hingga pendampingan intensif kepada pekebun di sentra-sentra produksi kopi.

Berdasarkan pemetaan potensi kekeringan dan sentra produksi kopi periode September – November 2026, sekitar 28 persen areal kopi pada wilayah yang dipetakan berpotensi mengalami kondisi kering.

Namun, Amran menegaskan angka tersebut merupakan potensi berdasarkan prediksi iklim dan bukan menunjukkan terjadinya kerusakan tanaman akibat kekeringan.

Menurut Amran, kondisi aktual di lapangan sangat dipengaruhi oleh perkembangan curah hujan, ketersediaan air, karakteristik lahan, serta kemampuan kebun dalam menerapkan langkah-langkah adaptasi.

Oleh karena itu, Kementan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto mengatakan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim harus menjadi bagian dari pengelolaan kebun sehari-hari, bukan hanya dilakukan saat kondisi ekstrem terjadi.

“Mitigasi harus menjadi bagian dari pengelolaan kebun sehari-hari. Melalui pengelolaan air yang baik, konservasi tanah, pemanfaatan informasi iklim, dan penerapan praktik budidaya adaptif, produktivitas perkebunan dapat tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim,” kata Heru dalam keterangannya dikutip Senin (31/8/2026)..

Salah satu strategi yang terus didorong adalah penerapan Good Agricultural Practices (GAP) yang adaptif terhadap perubahan iklim. Praktiknya mencakup konservasi tanah dan air, pengelolaan tanaman penaung, pemanfaatan bahan organik, hingga penerapan teknik budidaya sesuai karakteristik wilayah.

Di tingkat kebun, pekebun didorong memanfaatkan rorak dan lubang biopori untuk meningkatkan infiltrasi serta mempertahankan cadangan air dalam tanah.

Pengelolaan tanaman penaung juga terus diperkuat untuk menjaga mikroklimat kebun dan mengurangi kehilangan air selama periode kering.

Selain itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pekebun serta petugas lapangan. Informasi prakiraan iklim dipadukan dengan laporan kondisi pertanaman guna mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan langkah antisipasi lebih awal. (sat)

Tags: Kemenankopi

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah AS Bebaskan Tarif Kopi, Teh, Kakao

Pemerintah AS Bebaskan Tarif Kopi, Teh, Kakao

17 November 2025
Manfaat Industri Sawit tak Muncul Secara Instan

Manfaat Industri Sawit tak Muncul Secara Instan

5 Maret 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.