Perkebunanindonesia.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen untuk memperkuat struktur pengembangan industri nasional, salah satunya melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten, termasuk untuk industri kelapa sawit.
“Kami mendukung pengembangan SDM industri yang berkualitas sehingga dapat memberikan inovasi serta memacu kinerja sektor industri nasional,” ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta (23/9/2025).
Pengembangan SDM industri disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor industri untuk mendukung aktivitas industri menjadi lebih produktif dan berdaya saing, salah satunya yaitu sektor industri pengolahan hasil perkebunan nasional.
“SDM yang berkompeten merupakan kunci dalam menjaga kelancaran rantai pasok industri, terutama pada industri pengolahan hasil perkebunan yang memiliki cakupan proses bisnis yang luas, dari hulu ke hilir,” ujar Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika selaku Anggota Dewan Pengawas BPDP beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Putu mengatakan, pembangunan industri perlu ditopang banyak hal seperti ketersediaan bahan baku, teknologi, dan SDM industri yang mampu mengembangkan inovasi.
“Pendidikan vokasi menjadi langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja bagi industri kelapa sawit yang berkualitas dan sesuai kebutuhan industri,” jelas Putu.
Menurut Putu, pengembangan industri komoditas perkebunan berkelanjutan turut memerlukan hilirisasi industri, pengembangan teknologi, penerapan industri hijau, dan penguatan SDM.
Hal ini, lanjut Putu, selaras dengan strategi Transformasi Ekonomi 2025-2029 untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperluas riset inovatif, dan mendorong produktivitas tenaga kerja.
Menurut Putu, industri pengolahan hasil perkebunan seperti industri sawit, kakao, dan kelapa tidak hanya memberikan nilai tambah, tetapi juga membuka membuka ruang besar bagi inovasi, investasi, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.
“Kami optimis, industri agro mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Putu.
Program Beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) merupakan salah satu program pengembangan SDM industri kelapa sawit yang dikelola melalui Pendidikan Vokasi Industri.
BPDP telah bekerja sama dengan 41 lembaga pendidikan sektor kelapa sawit dari hulu ke hilir dalam menyelenggarakan program beasiswa Sawit.
Sementara pada tahun ajaran 2025 ini, AKPY memperoleh penugasan untuk menyelenggarakan Pendidikan vokasi bagi 570 orang penerima beasiswa sawit yang berasal dari 26 provinsi dan 108 Kabupaten di seluruh Indonesia pada Tingkat Pendidikan D1 (Diploma 1). (fad)




