a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Perang Tarif AS Tak Mampu Lumpuhkan Industri Teh China

(Xinhua) -- perkebunan teh di Provinsi Hubei, China tengah (Xinhua/Yang Shunpi)

Perang Tarif AS Tak Mampu Lumpuhkan Industri Teh China

16 Agustus 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Perang tarif dengan AS tidak akan mampu melumpuhkan industri teh Tiongkok yang telah berkembang dalam hal luas lahan, produksi, dan ekspor pada tahun 2024.

“Tiongkok mengalami ekspansi dalam hal luas lahan, produksi, dan ekspor teh,” ungkap Begawan Perkebunan Soedjai Kartasasmita dikutip Sabtu (16/8/2025).

Hal tersebut, kata Soedjai, dapat terlihat berdasarkan dataTea & Coffee Trade Journal bahwa tahun 2024 pertumbuhan berkelanjutan bagi industri teh global, baik produksi maupun ekspor secara keseluruhan dari negara-negara penghasil teh.

“Pertumbuhan ini semakin mengukuhkan Tiongkok sebagai produsen lebih dari separuh teh dunia dan produsen teh hijau terbesar,” jelas Soedjai.

Menurut Soedjai, tarif dan hubungan dagang dengan AS mungkin hanya memengaruhi sebagian kecil perdagangan teh global Tiongkok.

“Tetapi peningkatan konsumsi domestik dan kekuatan pasar ekspor yang lebih besar dan lebih penting dapat dengan mudah mengatasi kekhawatiran dampak dari perang dagang dengan Amerika Serikat,” ujar Soedjai.

Soedjai juga menyebutkan, produksi teh global naik sebesar 6,8 persen dibanding tahun sebelumnya, dari 6,6 menjadi 7,1 juta metrik ton (mmt).

“China menyumbang 53 persen, atau 3,7 ton dari volume produksi global sementara produksi mereka sendiri meningkat sebesar 12 persen dibanding tahun sebelumnya,” papar Soedjai.

India berada di posisi kedua dengan 18,2 persen setelah memgalami penurunan produksi sebesar 6,1 persen. Kenya menduduki 3 produsen teratas dengan 8,5 persen dari produksi tahunan dunia.

Jika digabungkan, tiga produsen teh ini menyumbang 80 persen dari produksi teh global untuk tahun 2024. Negara-negara penghasil teh utama lainnya melihat pergeseran dalam tingkat produksi.

Turki mengalahkan Sri Lanka untuk menjadi produsen terbesar keempat berdasarkan volume. Bangladesh menurun produksinya sebesar 9,6 persen akibat dari gejolak politik domestik.

Sedangkan Argentina, kata Soedjai, produsen teh hitam utama untuk pasar AS, mengalami pemulihan tingkat produksinya sebesar 19,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Soedjai memprediksi, tingkat produksi teh global secara keseluruhan diperkirakan akan terus meningkat.

“Ke depannya, data 2024 menunjuk ke arah lintasan positif untuk teh Cina pada tahun 2025. Kapasitas produksi keseluruhan Cina terus berkembang,” ujar Soedjai.

Konsumsi domestik akan terus meningkat dengan munculnya penawaran minuman teh yang inovatif dan lebih baik, termasuk minuman teh gelembung berkualitas lebih tinggi, dan teh botolan yang menggabungkan berbagai macam dan kualitas teh.

Menurut Soedjai, pasar ekspor teh, meski sedikit bergeser dalam volume totalnya, tampak stabil secara keseluruhan. Tarif akan sangat membayangi pasar AS.

Dari perspektif Cina, 0,3 persen dari volume produksi teh tahunan Cina diekspor ke AS. Dilihat dari sisi AS, impor teh Cina mencapai sekitar 10 persen dari volume dan nilai.

Soedjai mengatakan, konsumen AS akan kehilangan lebih banyak daripada Cina jika tarif teh tidak distabilkan pada tingkat yang berkelanjutan. (yr)

Tags: Industri tehProduksi tehTiongkok

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Maluku Utara Bakal Jadi Percontohan Pengembangan Kelapa Genjah

Maluku Utara Bakal Jadi Percontohan Pengembangan Kelapa Genjah

24 Juni 2025
Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma Riau turun

Harga TBS Petani Mitra Plasma Riau Ikut Terdongkrak

16 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.