a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Indonesia Terapkan Strategi Nilai Tambah pada Kakao dan Sawit

Indonesia Terapkan Strategi Nilai Tambah pada Kakao dan Sawit

28 Agustus 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Indonesia terus menerapkan strategi peningkatan nilai tambah pada komoditas kakao dan kelapa sawit guna menjawab ketatnya persaingan pasar global.

Demkian diungkapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pada Regional Learning Forum on Sustainable Commodities di Jakarta, Kamis, (27/8/2026).

“Komitmen ini diwujudkan melalui dorongan konsisten terhadap penerapan prinsip ketertelusuran (traceability) dan keberlanjutan (sustainability) di kedua sektor tersebut,” ujar Mendag.

Melalui upaya ini, Mendag Budi berharap produk-produk Indonesia, termasuk kakao dan kelapa sawit, makin berdaya saing.

Menurut Budi, persaingan pasar global saat ini makin kompetitif. Pembeli tidak hanya melihat harga, tetapi juga menuntut keberlanjutan, keamanan pangan, dan keandalan rantai pasok.

“Oleh karena itu, strategi ekspor Indonesia pun perlu difokuskan pada peningkatan nilai tambah, pemenuhan standar internasional, diversifikasi pasar ekspor, serta optimalisasi berbagai perjanjian perdagangan internasional,” jelas Mendag.

Mendag pun mencontohkan kinerja ekspor kakao yang makin berdaya saing. Pada 2021–2025, permintaan pasar dunia terhadap kakao Indonesia menunjukkan kinerja yang positif.

Mendag menyebutkan, pada 2025, nilai ekspor kakao Indonesia tercatat sebesar USD 3,6 miliar, melonjak dari 2021 yang sebesar USD 1,21 miliar.

“Ekspor tersebut kini makin didominasi oleh produk kakao olahan yang menunjukkan keberhasilan kebijakan hilirisasi industri nasional dalam menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam,” ujar Mendag.

Selain itu, tambah Budi, Indonesia telah diakui oleh Organisasi Kakao Internasional (International Cocoa Organization/ICCO) sebagai produsen kakao bercita rasa khas (fine flavour cocoa).

“Pengakuan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar kakao premium melalui inovasi, perlindungan indikasi geografis, dan praktik produksi yang berkelanjutan,” terang Budi.

Lebih lanjut Mendag menuturkan, perjanjian perdagangan merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong keterbukaan akses pasar dan penguatan daya saing produk Indonesia.

Saat ini, sebanyak 25 perjanjian perdagangan internasional telah diimplementasikan, dua perjanjian dalam proses ratifikasi, dan 13 lainnya masih dalam tahap perundingan.

Kementerian Perdagangan juga terus mendorong percepatan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk meningkatkan daya saing serta akses pasar produk kakao dan sawit nasional.

“Untuk mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan, pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan fasilitasi perdagangan yang disediakan Kemendag melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor,” kata Mendag. (fad)

Tags: KakaoMenteri Perdagangan Budi Santososawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan waktu dua minggu bagi para produsen beras untuk melakukan penyesuaian

Kementan Temukan Peredaran Beras Rugikan Konsumen Rp 99,35 Triliun

26 Juni 2025
Kementerian ESDM Uji Coba B50, Ini Hasilnya

Kementerian ESDM Uji Coba B50, Ini Hasilnya

22 April 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.