a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Sri Lanka Minat Investasi Pengolahan Teh di Indonesia

Sri Lanka Minat Investasi Pengolahan Teh di Indonesia

15 Juni 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Sri Lanka menyatakan minatnya berinvestasi dalam pengelolahan teh di Indonesia.

Hal tersebut terungkap saat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Sri Lanka, Dewi Agustina Tobing, di Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Mentan menegaskan bahwa hilirisasi sektor pertanian akan menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk dalam negeri.

Dubes Dewi mengungkapkan, beberapa perusahaan Sri Lanka berminat berinvestasi dalam pengolahan teh di Indonesia, guna meningkatkan nilai tambah produk teh nasional.

“Perusahaan di Sri Lanka tertarik untuk memanfaatkan teh Indonesia. Dengan pengolahan yang tepat, nilai produk teh kita bisa jauh lebih tinggi,” jelas Dubes Dewi.

Sri Lanka merupakan negara produsen teh terbesar keempat di dunia dengan produksi sekitar 349.699 ton teh per tahun

Perkebunan teh di Sri Lanka memiliki berbagai varietas teh antara lain ceylon black, ceylon green, dan ceylon white.

Sedangkan sentra wilayah perkebunan teh terdapat di Sabaragamuwa, Nuwara-Eliya, Dimbula, Ruhuna, Uva, Uda Pussellawa, dan Kandy.

Indonesia juga menjadi salah satu negara produsen teh dunia dengan peringkat tujuh di bawah Vietnam, dan Turki.

Data Statistik Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, pada 2022 disebutkan, produksi teh nasional sebesar 124,66 ribu ton.

Dari jumlah itu, sekitar 44,92 ribu ton diekspor atau sekitar 36 persen dari produksi teh nasional diekspor.

Sejak sepuluh tahun terakhir, luas tanaman teh terjadi perimbangan penguasaan. Perkebunan teh rakyat sekitar 47,5 persen , sisanya 30,6 persen dikuasai Perkebunan Negara, dan 21,9 persen dikuasai Perkebunan Swasta.

Pada 2023 menurut Angka Sementara Ditjenbun luas areal teh nasional turun 1,50 persen dari tahun 2022, atau turun dari 101,28 ribu hektare (ha) menjadi 99,76 ribu ha.

China menjadi negara produsen teh terbesar pertama di dunia. FAO Database merilis teh yang dihasilkan China sekitar 2.473.443 ton per tahun.

Provinsi Fujian, Yunnan, Hubei, Sichuan dan Provinsi Hunan adalah daerah penghasil teh terbesar di negara Tirai Bambu tersebut.

Varietas teh yang populer di tanam di sana meliputi teh hijau, teh oolong, teh putih, teh puerh, teh kuning dan teh melati.

Sementara India merupakan negara penghasil teh terbesar kedua di dunia dengan produksi sebesar sekitar 1.325.050 ton.

Daerah penghasil teh terbesar di India meliputi Assam, Benggala Barat, Tamil Nandu, Kerala dan Karnataka.

Varietas teh yang ditanam di India biasanya teh darjeeling, nilgiri, dan teh assam. Hebatnya lagi, 70 persen teh yang dihasilkan India dikonsumsi oleh penduduknya sendiri.

Sedangkan Kenya menjadi negara penghasil teh terbesar ketiga di dunia dengan produksi sekitar 300 ribu ton. total lahan 218.538 hektar

Kenya tidak memiliki perkebunan teh yang terbilang luas atau bisa dibilang melebihi satu hektar. Melainkan hanya dalam lahan pertanian kecil saja.

Meski begitu, Kenya berhasil menjadi penghasil teh terbesar ketiga di dunia dengan rata-rata 439.857 ton per tahunnya. (yr)

Tags: Perkebunan teh

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Wamendag Sebut Program Biodisel B50 tak Ganggu Ekspor Minyak Sawit

Wamendag Sebut Program Biodisel B50 tak Ganggu Ekspor Minyak Sawit

13 Januari 2026
Kementan Catat Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton

Kementan Catat Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton

7 Februari 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.