JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Sri Lanka menyatakan minatnya berinvestasi dalam pengelolahan teh di Indonesia.
Hal tersebut terungkap saat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Sri Lanka, Dewi Agustina Tobing, di Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Mentan menegaskan bahwa hilirisasi sektor pertanian akan menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk dalam negeri.
Dubes Dewi mengungkapkan, beberapa perusahaan Sri Lanka berminat berinvestasi dalam pengolahan teh di Indonesia, guna meningkatkan nilai tambah produk teh nasional.
“Perusahaan di Sri Lanka tertarik untuk memanfaatkan teh Indonesia. Dengan pengolahan yang tepat, nilai produk teh kita bisa jauh lebih tinggi,” jelas Dubes Dewi.
Sri Lanka merupakan negara produsen teh terbesar keempat di dunia dengan produksi sekitar 349.699 ton teh per tahun
Perkebunan teh di Sri Lanka memiliki berbagai varietas teh antara lain ceylon black, ceylon green, dan ceylon white.
Sedangkan sentra wilayah perkebunan teh terdapat di Sabaragamuwa, Nuwara-Eliya, Dimbula, Ruhuna, Uva, Uda Pussellawa, dan Kandy.
Indonesia juga menjadi salah satu negara produsen teh dunia dengan peringkat tujuh di bawah Vietnam, dan Turki.
Data Statistik Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, pada 2022 disebutkan, produksi teh nasional sebesar 124,66 ribu ton.
Dari jumlah itu, sekitar 44,92 ribu ton diekspor atau sekitar 36 persen dari produksi teh nasional diekspor.
Sejak sepuluh tahun terakhir, luas tanaman teh terjadi perimbangan penguasaan. Perkebunan teh rakyat sekitar 47,5 persen , sisanya 30,6 persen dikuasai Perkebunan Negara, dan 21,9 persen dikuasai Perkebunan Swasta.
Pada 2023 menurut Angka Sementara Ditjenbun luas areal teh nasional turun 1,50 persen dari tahun 2022, atau turun dari 101,28 ribu hektare (ha) menjadi 99,76 ribu ha.
China menjadi negara produsen teh terbesar pertama di dunia. FAO Database merilis teh yang dihasilkan China sekitar 2.473.443 ton per tahun.
Provinsi Fujian, Yunnan, Hubei, Sichuan dan Provinsi Hunan adalah daerah penghasil teh terbesar di negara Tirai Bambu tersebut.
Varietas teh yang populer di tanam di sana meliputi teh hijau, teh oolong, teh putih, teh puerh, teh kuning dan teh melati.
Sementara India merupakan negara penghasil teh terbesar kedua di dunia dengan produksi sebesar sekitar 1.325.050 ton.
Daerah penghasil teh terbesar di India meliputi Assam, Benggala Barat, Tamil Nandu, Kerala dan Karnataka.
Varietas teh yang ditanam di India biasanya teh darjeeling, nilgiri, dan teh assam. Hebatnya lagi, 70 persen teh yang dihasilkan India dikonsumsi oleh penduduknya sendiri.
Sedangkan Kenya menjadi negara penghasil teh terbesar ketiga di dunia dengan produksi sekitar 300 ribu ton. total lahan 218.538 hektar
Kenya tidak memiliki perkebunan teh yang terbilang luas atau bisa dibilang melebihi satu hektar. Melainkan hanya dalam lahan pertanian kecil saja.
Meski begitu, Kenya berhasil menjadi penghasil teh terbesar ketiga di dunia dengan rata-rata 439.857 ton per tahunnya. (yr)




