a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Wamendag Sebut Program Biodisel B50 tak Ganggu Ekspor Minyak Sawit

Wamendag Sebut Program Biodisel B50 tak Ganggu Ekspor Minyak Sawit

13 Januari 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri menyebutkan seluruh kebijakan biodiesel domestik Indonesia tidak akan mengganggu ekspor minyak sawit, termasuk program B50 pada 2026.

“Seluruh kebijakan biodiesel Indonesia, termasuk program B50, tidak akan mengganggu ekspor minyak sawit,” tegas Wamendag Roro dikutip Selasa (13/1/2026).

Wamendag Roro menjelaskan, Indonesia memperkuat mandat biodieselnya, termasuk persiapan menuju program B50 pada 2026, sebagai bagian dari strategi keamanan energi.

Menurut Wamendag, Indonesia dengan cermat melakukan kalibrasi tata kelola minyak sawit untuk memastikan alokasi yang seimbang antara penggunaan domestik dan ekspor.

Kalibrasi itu mulai dari kapasitas produksi yang kuat, peningkatan produktivitas, dan manajemen stok yang bijaksana, sehingga diharapkan dapat memastikan ketersediaan ekspor tetap stabil, dapat diprediksi, dan mencukupi, khususnya untuk mitra lama seperti Pakistan.

Terkait isu keberlanjutan, Wamendag mengatakan, pemerintah berkomitmen terus memperkuat tata kelola sektor minyak sawit melalui sertifikasi keberlanjutan dengan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), memodernisasi sistem ketertelusuran, meningkatkan kepatuhan hukum, dan memperluas sertifikasi keberlanjutan nasional.

Berbagai langkah ini mencerminkan tekad Indonesia melindungi hutan, mendukung masyarakat, dan membentuk sistem produksi yang lebih baik.

Wamendag Roro menilai, minyak sawit Indonesia tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan.

Namun, diakui banyak beredar informasi yang salah tentang minyak sawit Indonesia, sehingga dibutuhkan kolaborasi yang konstruktif, termasuk antara asosiasi terkait.

Menurut Wamendag, minyak sawit lebih dari sekadar komoditas. Minyak sawit merupakan jembatan yang menghubungkan perekonomian, memperkuat industri, dan memperdalam hubungan antarmasyarakat. (fad)

Tags: BiodiselISPOMinyak sawitProgram B50Wamendag

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sawit akan Peroleh Manfaat Besar dalam IEU-CEPA

Sawit akan Peroleh Manfaat Besar dalam IEU-CEPA

25 September 2025
Kopi Nusantara Raup Potensi Transaksi Rp123 Miliar di Swiss

Kopi Nusantara Raup Potensi Transaksi Rp123 Miliar di Swiss

16 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.