SURABAYA, perkebunanindonesia.com – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berkomitmen penuh mendukung target swasembada gula nasional. Sekitar 30 persen bahan baku tebu berasal dari lahan milik perusahaan, sementara sisanya dari tebu rakyat.
“Kami berkomitmen penuh mendukung target swasembada gula nasional. Sekitar 30 persen bahan baku tebu berasal dari lahan milik perusahaan, sementara sisanya dari tebu rakyat,” ujar Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, seperti dikutip Minggu (27/4/2025).
Menurut Mahmudi, penguatan ekosistem petani menjadi kunci utama. Dengan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan, serta peningkatan kesejahteraan petani, swasembada bisa dicapai bersama.
Mahmudi menegaskan, peran petani tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan industri gula nasional. “Kita tidak bisa bicara swasembada gula tanpa berbicara tentang petani,” tukasnya.
Oleh karena itu, lanjut Mahmudi, SGN menempatkan petani sebagai mitra strategis. Perusahan plat merah ini ingin tumbuh bersama petani, memberdayakan mereka, dan memastikan petani memiliki akses terhadap teknologi, pembiayaan, dan pasar.
Selain produksi, kata Mahmudi, PT SGN juga menaruh perhatian pada aspek pembiayaan petani tebu. Salah satunya dengan mendorong optimalisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing petani lokal.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah-langkah PT SGN yang dinilai strategis dalam mendorong kemandirian industri gula nasional.
Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk terus berpihak pada petani tebu dan mendukung kebijakan berbasis kerakyatan.
“Pemprov Jatim siap bersinergi mendorong pertumbuhan industri gula yang sehat dan inklusif. Kami juga akan mendukung perluasan akses permodalan melalui skema KUR khusus bagi petani tebu,” ujar Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, Jawa Timur sebagai provinsi penghasil gula terbesar memiliki tanggung jawab strategis dalam menyukseskan swasembada gula konsumsi nasional.
“Jawa Timur menyumbang lebih dari separuh produksi gula nasional. Maka, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk berada di garis depan dalam mewujudkan swasembada gula konsumsi nasional. Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pelaku industri gula, termasuk PT SGN, demi ketahanan pangan yang berdaulat dan berkelanjutan,” jelas Kofifah. (sat)




