a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
FPKBL menerima Sertifikasi RSPO Supply Chain Certification (SCC)

FPKBL menerima Sertifikasi RSPO Supply Chain Certification (SCC)

Sertifikasi RSPO Buktikan UMKM Kreatif Mampu Penuhi Standar Global

1 Oktober 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Pencapaian Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) dan Spa Factory Bali menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu memenuhi standar keberlanjutan global.

Setelah sebelumnya berhasil mengembangkan formula palm-based batik wax, FPKBL kini resmi memperoleh Sertifikasi RSPO Supply Chain Certification (SCC). Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas lokal dapat tumbuh sejalan dengan praktik keberlanjutan yang diakui secara internasional.

Kehadiran UMKM berbasis sawit berkelanjutan semakin diperkuat oleh SpaFactory Bali yang ikut memperkenalkan lini personal care BOEMI Botanical, salah satu merek terkenal dari Bali yang juga berhasil meraih sertifikasi RSPO SCC.

Hal tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berada di komoditas hulu, tetapi juga dapat hadir di sektor hilir yang dekat dengan konsumen sehari-hari.

Inovasi yang ditampilkan FPKBL pun tidak berhenti pada batik wax. Dengan dukungan Daemeter, UMKM ini memperluas kreasinya melalui produk lilin dekoratif dan lilin aromaterapi.

Semua produk ini diperkenalkan secara resmi pada ajang kerajinan terbesar di Indonesia, INACRAFT 2025 yang digelar pada 1–5 Oktober di Jakarta International Convention Center. Pameran ini menjadi panggung penting untuk menegaskan bahwa UMKM kreatif Indonesia mampu menembus pasar dengan membawa nilai keberlanjutan.

Keberhasilan FPKBL dan SpaFactory Bali dalam mendapatkan sertifikasi ini bukanlah pencapaian individual, melainkan lahir dari kolaborasi lintas pihak.

WWF Indonesia dan CECT Universitas Trisakti berperan mendukung proses sertifikasi, sementara Control Union sebagai lembaga sertifikasi yang melakukan proses audit sertifikasi.

Dukungan ini memperlihatkan bahwa standar keberlanjutan kini bisa dijangkau oleh UMKM dan menjadi jalan menuju pasar yang lebih luas.

Ketua FPKBL Alpha Febela Priyatmoko menyampaikan apresiasi kepada semua pihak RSPO, WWF Indonesia, CECT Universitas Trisakti, Daemeter, dan Control Union, atas dukungannya. Komitmen ini membuatnya semakin yakin bahwa kreativitas bisa berjalan seiring dengan keberlanjutan dan membuka jalan ke pasar yang lebih luas.

“UMKM batik seperti kami akhirnya bisa membuktikan bahwa keberlanjutan itu inklusif, memberi semangat baru untuk berkreasi sekaligus memperluas akses ke pasar internasional. Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif yang tidak mungkin ditempuh sendirian,” ungkap Alpha, Rabu (1/9/2025).

Deputy Director Market Transformation RSPO (Indonesia) Windrawan Inantha menegaskan pencapaian ini adalah tonggak awal peningkatan konsumsi produk sawit berkelanjutan di Indonesia.

Menurut Windrawan, sertifikasi RSPO bukan hanya penting bagi petani kecil di hulu, tetapi juga sama krusialnya bagi UMKM di hilir seperti FPKBL dan SpaFactory Bali.

“Dengan sustainability meets creativity, kita membuka pintu bagi inisiatif yang lebih besar, yang akan menghubungkan rantai pasok berkelanjutan dari hulu hingga hilir secara nyata. Kreativitas dan keberlanjutan bisa berjalan berdampingan, dan UMKM kreatif memberi kontribusi nyata dalam transformasi industri sawit,” jelas Windrawan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara di INACRAFT 2025, telah diselenggarakan Craft Talk bertema “Sustainability Meets Creativity”. Forum ini menghadirkan para mitra pendukung untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana standar keberlanjutan dapat berpadu dengan kreativitas lokal.

Sesi tersebut diakhiri penyerahan sertifikat RSPO SCC kepada FPKBL dan SpaFactory Bali, sebagai simbol bahwa UMKM dapat menjadi bagian dari transformasi rantai pasok sawit berkelanjutan.

Managing Director Control Union Indonesia Gayan Wejesiriwardana mengatakan, sertifikasi bagi UMKM di sektor hilir membuktikan bahwa standar keberlanjutan dapat diakses oleh usaha kecil.

Menurut Gaya, sertifikasi UMKM ini adalah jembatan agar UMKM naik kelas dan memperkuat kepercayaan konsumen. Kreativitas lokal kini bisa disejajarkan dengan standar global.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan dan daya saing harus inklusif, sehingga pelaku usaha kecil juga bisa menjadi bagian dari pasar global yang lebih beretika,” katanya.

Capaian FPKBL dan SpaFactory Bali juga membawa dampak yang lebih luas bagi industri kreatif dan pariwisata Indonesia.

Produk-produk sawit berkelanjutan, mulai dari batik wax, lilin dekoratif, lilin aromaterapi, hingga personal care, bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi pariwisata dan konsumen global.

Inovasi ini membuktikan bahwa produk sehari-hari bisa menjadi sarana edukasi sekaligus simbol nyata komitmen terhadap masa depan yang lebih lestari. (yer)

Tags: BOEMI BotanicalINACRAFT 2025Kampoeng Batik LaweyansawitSertifikasi RSPOSpa Factory BaliUMKMWWF Indonesia

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Riset Ungkap Minum Kopi Secara Teratur Turunkan Risiko dari Liver

Riset Ungkap Minum Kopi Secara Teratur Turunkan Risiko dari Liver

18 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Hasil riset mengungkap minum kopi secara teratur menurunkan risiko penyakit liver atau hati. Namun untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Minyak Sawit di Kawasan Amerika Utara dan Membagi Manfaat Sawit

GAPKI Catat Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Maret 2026 Menurun

25 Mei 2026
Kemenhut Lepas Ekspor Perdana Kopi Hasil Perhutanan Sosial

Kemenhut Lepas Ekspor Perdana Kopi Hasil Perhutanan Sosial

23 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.