PERKEBUNAN INDONESIA – Hasil riset mengungkap minum kopi secara teratur menurunkan risiko penyakit liver atau hati. Namun untuk mendapat manfaat kesehatan minum kopi tak perlu dicampur gula, kremer atau lainnya.
“Pada konsumsi yang wajar, bukti ilmiah justru menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan risiko fibrosis hati yang lebih rendah,” ungkap Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Widya Khairunnisa Sarkowi, dikutip Minggu (18/10/2026).
Widya mengungkap, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kopi cenderung berisiko lebih rendah mengalami fibrosis atau jaringan parut pada hati serta sirosis.
Bahkan, kata Widya, salah satu penelitian pada pasien perlemakan hati, konsumsi kopi dikaitkan dengan risiko fibrosis yang lebih rendah sekitar 35 persen.
“Penelitian Bravi et al menemukan bahwa konsumsi kopi menurunkan risiko penyakit hati, termasuk kanker hati, meskipun penelitian yang ada masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian dengan subjek yang lebih besar,” jelas Widya.
Menurut Widya, fondasi utama kesehatan hati tetap melalui menjaga berat badan sehat, makan bergizi seimbang, berolahraga rutin, membatasi alkohol, serta mengontrol diabetes, kolesterol, dan penyakit metabolik lainnya.
Meski begitu, Widya meluruskan kopi bukanlah minuman detoks dan tidak dapat dianggap sebagai pengobatan penyakit hati.
Selain itu, menurut Widya, kopi juga bukan pengganti pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, maupun penanganan penyakit metabolik yang menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan liver.
Widya menyebut, batas konsumsi kafein hingga sekitar 300–400 mg per hari atau setara 2–3 cangkir kopi masih dapat ditoleransi orang dewasa sehat.
“Untuk sebagian besar orang dewasa sehat, FDA (Food and Drug Administration) menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 400 mg per hari umumnya tidak memiliki efek negatif,” ujar Widya.
Pada ibu hamil, lanjut Wisya, kafein disarankan tidak melebihi 200 mg per hari dari seluruh sumber, termasuk kopi, teh, dan cokelat.
Widya mengingatkan, minum kopi dengan banyak gula, sirup, krimer, atau susu tinggi kalori dapat meningkatkan asupan gula dan kalori secara signifikan, sehingga berkontribusi terhadap masalah metabolik, termasuk resistensi insulin. (fad)




