a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
GAPKI Catat Kinerja Sawit 2025 Meningkat

GAPKI Catat Kinerja Sawit 2025 Meningkat

13 Maret 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat, kinerja kelapa sawit baik dari produksi, ekspor, konsumsi naik pada 2025. Sedangkan stok menurun.

Produksi CPO tahun 2025, misalnnya, naik 72,26 persen dibanding tahun sebelumnya. Demikian juga produksi palm kernel oil (PKO) yang naik 6,41 persen.

Produksi CPO pada 2025 mencapai 51.660 ribu ton, sedangkan pada 2024 sebesar 48.164 ribu ton. Untuk produksi PKO pada 2025 sebesar 4.893 ribu ton dari 4,598 ribu ton pada tahun 2024.

“Dengan demikian produksi CPO dan PKO 2025 mencapai 56.553 ribu ton yang lebih tinggi 7,18 persen dari produksi tahun 2024 sebesar 52.762 ribu ton,” ungkap Sekretaris Jenderal GAPKI Hadi Sugeng dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Peningkatan juga terjadi pada konsumsi dalam negari yang mencapai 24.772 ribu ton pada tahun 2025 atau naik 3,82 persen dari 23.859 ribu ton pada 2024.

“Peningkatan terbesar terjadi pada konsumsi biodiesel yang naik menjadi 12.704 ribu ton atau 10,97 persen dari tahun sebelumnya sebesar 11.447 ribu ton,” kata Hadi.

Menurut Hadi, kenaikan biodiesel ini disebabkan kenaikan bauran dari 35 persen menjadi 40 persen. Permintaan oleokimia juga naik 1,22 persen dari 2.207 ribu ton menjadi 2.234 ribu ton.

Sementara konsumsi pangan menurun menjadi 9.834 ribu ton dari 10.205 ribu ton pada tahun sebelumnya atau turun sebesar minus 3,64 persen. “Mungkin para ibu-ibu banyak mengurangi goreng-gorengan,” ujar Hadi.

Untuk Ekspor 2025, GAPKI mencatat kenaikan sebesar 9,51 persen dari 29.535 ribu ton menjadi 32.343 ribu ton pada 2025 ini.

Peningkatan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 22.727 ribu ton dari 20.451 ribu ton pada tahun sebelumnya.

Kenaikan diikuti olahan minyak inti sawit yang naik menjadi 1.560 ribu ton dari 1.262 ribu ton, oleokimia naik menjadi 5.076 ribu ton dari 4.796 ribu ton, dan CPO yang naik menjadi 2.964 ribu ton dari 2.916 ribu ton.

Menurut negara tujuannya, peningkatan ekspor pada tahun 2025 dari tahun sebelumnya antara lain Afrika (+991 ribu ton), China (+644 ribu ton), Malaysia (+516 ribu ton), Bangladesh (+503 ribu ton), dan Pakistan (+214 ribu ton). Sedangkan penurunan ekspor terjadi untuk tujuan India (-859 ribu ton), EU 27 (-97 ribu ton) dan USA (-15 ribu ton).

Nilai ekspor yang dicapai pada tahun 2025 adalah US$ 35,87 miliar (sekitar Rp 590 triliun), yang lebih tinggi 29,23 persen dari ekspor tahun 2024 sebesar US$ 27,76 miliar (sekitar Rp 440 triliun).

Peningkatan nilai ekspor terjadi selain karena meningkatnya volume ekspor juga karena harga rata-rata cif Rotterdam tahun 2025 sebesar US$ 1.221/ton lebih tinggi dari harga rata-rata tahun 2024 sebesar US$ 1.084/ton.

Dengan produksi, konsumsi dan ekspor seperti dipaparkan di atas, stok akhir CPO dan PKO tahun 2025 sebesar 2.068 ribu ton yang lebih rendah minur 19,79% dari stok akhir 2024 sebesar 2.577 ribu ton. (yer)

Tags: BiodiselGapkiolekimiaPKOproduksi cpo

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Poltek Kelapa Sawit CWE Canangkan Arah Baru Menuju 2046

Poltek Kelapa Sawit CWE Canangkan Arah Baru Menuju 2046

3 Agustus 2026
Bapanas Terus Pantau Harga Beras di Pasaran

Operasi Pasar Beras SPHP akan Dimasifkan

9 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.