a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Rencana Pemberlakuan Pungutan Ekspor Kelapa Masih dalam Pembahasan

Rencana Pemberlakuan Pungutan Ekspor Kelapa Masih dalam Pembahasan

28 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Rencana pemberlakuan pungutan ekspor kelapa masih akan dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian terkait. Pemerintah fokus pengembangan hilirisasi.

Demikian diungkapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Menurut Amaran, naiknya ekspor kelapa menjadi berkah buat petani. “Beri kesempatan petani sejahtera,” tukasnya.

Selain itu, kata Amran, naiknya ekspor kelapa ke China dan Eropa menjadi berkah untuk Indonesia.

“Karena negara-negara Eropa tidak bisa tumbuh, sulit tumbuh kelapa. Ini keunggulan komperatif, ini kita maksimalkan,” ujar Amran.

Amran mengatakan, pihaknya mengupayakan adanya peningkatan nilai ekspor komoditas kelapa hingga menjadi Rp60 triliun per tahun melalui hilirisasi.

Amran menyebutkan, produksi kelapa Indonesia saat ini mencapai 2 juta ton per tahun, dengan nilai ekspor sekitar Rp20 triliun.

Namun, lanjut Amran, jika komoditas kelapa diolah akan menghasilkan nilai tambah hingga tiga kali lipat.

“Nilainya nanti ke depan, bisa Rp40 triliun, bisa Rp60 triliun,” kata Amran.

Meski begitu, tambah Amran, pemerintah mendorong hilirisasi tidak hanya pada kelapa, tetapi juga pada komoditas lain seperti kakao dan mente.

Hal ini guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia secara menyeluruh.

Amran menilai, hilirisasi pertanian menjadi solusi utama untuk memberikan keuntungan maksimal kepada petani, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah. (sat)

Tags: EksporHilirisasikelapaMenteri Pertanian

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Poltek Kelapa Sawit CWE Canangkan Arah Baru Menuju 2046

Poltek Kelapa Sawit CWE Canangkan Arah Baru Menuju 2046

3 Agustus 2026
Wamendag Sebut Program Biodisel B50 tak Ganggu Ekspor Minyak Sawit

Wamendag Sebut Program Biodisel B50 tak Ganggu Ekspor Minyak Sawit

13 Januari 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.