Perkebunanindonesia.com – Pemerintah memutuskan bahwa pupuk ZA subsidi kini sudah dapat diberikan kepada petani tebu plasma.
“Untuk petani tebu seluruh Indonesia, (pupuk) ZA sudah bisa diberikan. Itu pupuk subsidi,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai menghadiri Rakortas pangan di, Jakarta, seperti dikutip Kamis (17/7/2025).
Mentan mengatakan, ketersediaan pupuk subsidi sekarang sudah sesuai dengan kebutuhan para petani tebu.
Sebelumnya, pupuk ZA tidak lagi tersedia dalam skema subsidi, sehingga petani harus membeli pupuk non-subsidi dengan harga jauh lebih mahal.
Kondisi tersebut telah meningkatkan biaya produksi dan menjadi keluhan utama di kalangan petani.
Sebagai informasi, pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi sembilan komoditas strategis yang terdaftar dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
Kesembilan komoditas itu masing-masing Tanaman pangan: padi, jagung, kedelai ; Hortikultura: cabai, bawang merah, bawang putih; Perkebunan: tebu rakyat, kakao, dan kopi.
Namun, dalam implementasinya, pupuk ZA sempat tidak tersedia di lapangan sebagai pupuk bersubsidi, termasuk untuk komoditas tebu, padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan oleh petani.
Petani tebu menyayangkan hal tersebut karena pupuk ZA mengandung unsur nitrogen dan belerang yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman tebu serta mampu meningkatkan rendemen atau kadar gula dalam batang tebu.
Mentan Amran menekankan, untuk mewujudkan swasembada tebu perlu didukung dengan pupuk memadai.
“Sekarang sudah dijawab. Pemerintah hadir untuk petani. ZA subsidi kembali dibuka untuk petani tebu,” tegas Mentan Amran.
Langkah pemerintah untuk kembali membuka akses pupuk ZA subsidi bagi petani tebu dipandang strategis dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional.
Selain itu, distribusi pupuk subsidi yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional dan menekan biaya produksi petani.
“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mendukung petani, terutama di sentra-sentra produksi pangan. Ketahanan pangan harus dibangun dari bawah, dari petani,” tegas Mentan Amran.
Dengan dibukanya kembali akses terhadap pupuk ZA subsidi, Mentan berharap para petani tebu, khususnya petani plasma, dapat lebih optimal dalam menjalankan budidaya dan meningkatkan produktivitas lahan mereka.
“Dengan kebijakan ini, diharapkan produktivitas dan semangat petani tebu meningkat. Target kita swasembada gula nasional dapat tercapai lebih cepat dan ini harus berkelanjutan,” kata Mentan Amran. (sat)





Comments 1