a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kementan Optimistis Swasembada Gula Konsumsi 2027 Tecapai

Pengembangan Tebu Dipercepat untuk Dukung Kemandirian Energi Nasional

22 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pengembangan tebu sebagai salah satu bahan baku bioetanol untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Pengembangan tersebut diarahkan dengan memperkuat fondasi hulu, mulai dari kesiapan areal, produktivitas, hingga ketersediaan bahan baku yang terhubung dengan kebutuhan industri bioetanol.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa pengembangan bioetanol berbasis tebu perlu dibangun dengan fondasi hulu yang kuat.

Ketersediaan lahan yang sesuai, benih bermutu, peningkatan produktivitas, serta dukungan sarana dan teknologi menjadi faktor penting untuk memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto mengatakan, pengembangan areal tebu tidak semata-mata mengejar luasan, tetapi harus memastikan lahan yang dikembangkan sesuai dan mampu mendukung produktivitas serta keberlanjutan bahan baku.

“Pengembangan tebu tidak semata-mata mengejar luasan, tetapi memastikan areal yang dikembangkan sesuai, produktif, dan mampu mendukung ketersediaan bahan baku untuk pengembangan bioetanol,” ujar Heru dikutip Senin (21/9/2026).

Pengembangan tersebut dilakukan melalui sinergi lintas pihak dengan melibatkan PTPN, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Perum Perhutani, RPN, PSEKP, Tenaga Ahli Menteri (TAM) Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Prof. Desrial, serta pihak terkait lainnya.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menyelaraskan kesiapan areal, pengembangan budidaya, produktivitas, ketersediaan bahan baku, hingga keterhubungannya dengan kebutuhan industri bioetanol.

“Prinsipnya, kita ingin pengembangan tebu dilakukan secara terukur dan terintegrasi dari hulu, sehingga peningkatan areal berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kesiapan industrinya,” kata Heru.

Melalui penguatan fondasi hulu dan sinergi lintas pihak, Kementan mendorong pengembangan tebu sebagai bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan sumber daya domestik untuk energi.

Heru berharap langkah ini dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku bioetanol sekaligus mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional.

“Dengan fondasi hulu yang semakin kuat, pengembangan tebu diharapkan mampu mendukung ketersediaan bahan baku bioetanol secara berkelanjutan dan membuka ruang lebih besar bagi pengembangan energi berbasis sumber daya domestik,” pungkas Heru.

Sebelumnys dalam Rapat Terbatas 16 September 2026, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah menyiapkan langkah konkret menuju pengembangan biofuel, termasuk kesiapan bahan baku dan industri pengolahannya.

Dalam pengembangan bioetanol, tebu menjadi salah satu sumber bahan baku yang dipersiapkan. Kementan memetakan potensi pengembangan tebu hingga sekitar 700 ribu–1 juta hektare, dengan potensi produktivitas bioetanol sekitar 3.100–4.900 liter per hektare. (har)

Tags: BioetanolTebu

Related Posts

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Rencana pemerintah terkait perluasan kawasan tebu, jagung dan ubi seluas dua juta hektare untuk bahan...

Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

Kementan Matangkan Pengembangan Tebu untuk Bahan Baku Bioetanol

30 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan pengembangan tebu dari hulu guna memastikan ketersediaan bahan baku bioetanol nasional...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sinergi BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE Adakan Pelatihan Petani Sawit Tingkatkan SDM Perkebunan

Sinergi BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE Adakan Pelatihan Petani Sawit Tingkatkan SDM Perkebunan

19 Mei 2025
Pemerintah Harus Serius Beri Perhatian pada Industri Teh Nasional

Pemerintah Harus Serius Beri Perhatian pada Industri Teh Nasional

21 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.