a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Sinergi BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE Adakan Pelatihan Petani Sawit Tingkatkan SDM Perkebunan

Sinergi BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE Adakan Pelatihan Petani Sawit Tingkatkan SDM Perkebunan

Sinergi BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE Adakan Pelatihan Petani Sawit Tingkatkan SDM Perkebunan

19 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

BENGKULU, perkebunanindonesia.com — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, mengadakan Program Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) di Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan PT Citra Widya Education (CWE) sebagai mitra pelaksana dan akan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Mei 2025.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian para petani kelapa sawit dalam pengelolaan kebun agar sesuai dengan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) dan tata kelola perkebunan berkelanjutan. Diharapkan, program ini mampu meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat sekaligus kesejahteraan petani.

Manager Operasional Pengembangan Bisnis PT CWE Ahmad Mahfud mengungkapkan, sekitar 42 persen dari total 16,38 juta hektare (ha) lahan kelapa sawit di Indonesia dikelola petani swadaya dan plasma. Artinya, sekitar 6,7 juta ha perkebunan sawit berada di tangan petani rakyat.

“Oleh karena itu, pendampingan dan peningkatan kapasitas petani merupakan kewajiban negara. Pelatihan ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian energi dan pangan melalui peningkatan produktivitas petani sawit,” ujar Mahfud.

Pelatihan kali ini diikuti 123 peserta, terdiri atas 60 peserta dari Kabupaten Bengkulu Utara untuk Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit, 33 peserta dari Kabupaten Seluma untuk Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit, dan 30 peserta dari Kabupaten Bengkulu Utara untuk Pelatihan Panen dan Pascapanen.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi melalui kelas dan diskusi. Peserta juga akan melakukan studi banding ke kebun sawit perusahaan guna melihat praktik terbaik di lapangan dengan narasumber pelatihan ini berasal dari praktisi berpengalaman di bidangnya.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara Desmon Siboro mengatakan, pelatihan ini merupakan wujud nyata dari program prioritas Presiden RI. Pihaknya ingin mendorong transformasi dari budaya menjadi budidaya.

“Petani sebelumnya terbiasa bertani tanpa dasar teknis yang kuat. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali petani dengan pengetahuan teknis yang tepat agar petani bertransformasi untuk budidaya yang benar dan berstandar,” jelas Desmon.

Desmon juga menyoroti bahwa perkebunan rakyat seluas 96.000 ha di Bengkulu Utara yang saat ini masih menghasilkan produksi rata-rata di bawah 7 ton/ha/tahun. Hal ini menandakan bahwa masih ada yang perlu diperbaiki oleh petani.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial. Dia mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya.

“Ini adalah pelatihan berharga dari  BPDP yang dilaksanakan oleh PT CWE. Maka jangan disia-siakan. Jadikan pelatihan ini ajang menggali ilmu dan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi petani sawit di lapangan,” ujar Arian.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan,  Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Hidayatullah menyatakan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Langkah ini sangat tepat untuk mengedukasi para petani.

“Meski telah lama menanam sawit, belum tentu teknis yang diterapkan selama ini sudah sesuai. Kami berharap peserta pelatihan tidak hanya tahu ilmunya, tetapi juga mempraktikkan langsung di kebun masing-masing,” ujar Hidayatullah.

PT CWE selaku pelaksana juga berharap bahwa manfaat pelatihan ini tidak berhenti pada peserta, namun dapat ditularkan kepada petani lainnya di daerah masing-masing. Dengan demikian, pemerataan pengetahuan dan peningkatan produktivitas bisa dicapai secara kolektif. (yr)

Tags: PelatihansawitSDM

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

PalmCo Terus Dorong Daya Saing Produk Hilir

PalmCo Terus Dorong Daya Saing Produk Hilir

22 Oktober 2025
Upaya Petani Kakao Kutai Timur Membuahkan Hasil

Upaya Petani Kakao Kutai Timur Membuahkan Hasil

22 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.