a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

3 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Pemerintah berharap tidak lagi impor gula konsumsi tahun 2025 ini. Untuk itu rendemen tebu dapat meningkat.

“Semoga tahun ini kita tidak impor gula konsumsi. Pangan itu (bagaimana) menaikkan produksi,” ujar Wakil Menteri Pertanian Sudaryono seperti dikutip Kamis (3/7/2025).

Menurut Sudaryono, jika rendemen tebu dapat meningkat produksi tentu akan naik. “Rendemennya supaya tinggi bagaimana? Ada banyak penelitian, ada banyak teknik,” jelasnya.

Sudaryono berharap APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), mulai dari pengusaha kecil sampai yang besar, semua harus bersatu untuk mewujudkan swasembada gula.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, produksi tebu petani akan panen pada Juli – Agustus ini.

“Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional telah komitmen untuk menyokong petani gula dalam negeri,” ujar Arief.

Arief menyebutkan, produksi gula Indonesia periode 2024/2025 diproyeksikan dapat mencapai 2,6 juta ton.

Estimasi tersebut menjadi yang tertinggi kedua jika dibandingkan terhadap negara ASEAN lainnya, seperti Thailand yang 10 juta ton, Filipina 1,8 juta ton, dan Vietnam 1,1 juta ton.

Pada Juli produksi GKP dapat mencapai 602,2 ribu ton dan pada Agustus bisa meraih 615,4 ribu ton. Selanjutnya September sedikit mulai menurun ke 500,8 ribu ton.

Arief mengatakan, pihak siap menyerap gula petani sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 14.500 per kilogram (kg).

Lebih lanjut, Arief menyebutkan, kondisi rata-rata harga secara nasional gula konsumsi di tingkat petani berdasarkan Panel Harga Pangan per 2 Juli berada di Rp 15.170 per kg.

Harga tersebut masih berada 4,62 persen dari HAP yang Rp 14.500 per kg. Sedangkan rata-rata harga terendah tercatat di Yogyakarta dengan Rp 14.500 per kg dan rerata harga tertinggi di Jawa Timur dengan Rp 15.450 per kg.

“Stok awal gula kita transfer ke 2025 itu 1,38 juta ton. Lalu perkiraan produksi 2,5 juta ton. Kemudian kemarin ada raw sugar diimpor sekitar 190 ribu ton, itu untuk CPP,” beber Arief.

Sementara kebutuhan bulanan 236 ribu ton. Diharapkan stok akhir 2025 transfer ke 2026 nanti kembali dapat di sekitar angka 1,3 juta ton.

“Bulan Juni, Juli, Agustus, petani gula kita panen. Jadi supaya petani happy dan semangat nandur, BUMN harus serap, pabrik swasta juga tolong bantu serap, minimal harganya Rp 14.500,” pungkas Arief. (sat)

Tags: Gula konsumsiKepala BapanasRendemenWamentan Sudaryono

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

A

Agrinas Palma dan Pertamina Buka Peluang Perluas Pengembangan Bioenergi

14 September 2026
Mentan Sebut Peningkatan Ekspor CPO tak Lepas dari Penguatan Hilirisasi

Mentan Sebut Peningkatan Ekspor CPO tak Lepas dari Penguatan Hilirisasi

2 April 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.