a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
A

Agrinas Palma dan Pertamina Buka Peluang Perluas Pengembangan Bioenergi

14 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia buka perluang kerja sama pengembangan bioenergi.

Dalam pertemuan dihadiri Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu itu perluasan kerja sama pengembangan bioenergi itu terintegrasi dari hulu hingga hilir, meliputi penyediaan bahan baku, fasilitas pengolahan, infrastruktur energi, logistik dan distribusi, hingga kepastian penyerapan produk.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menekankan agar kolaborasi antar-BUMN segera diterjemahkan menjadi proyek konkret yang memberikan manfaat ekonomi, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, mengatakan bahwa potensi lahan, kebun, fasilitas produksi, dan bahan baku yang dimiliki perusahaan dapat disinergikan dengan kapabilitas Pertamina dalam pengembangan dan pemasaran energi.

“Agrinas Palma siap mengambil peran pada sisi hulu dengan memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan,” ujar Abdul Ghani dalam keterangannya dikutip Sabtu (12/9/2026).

Kolaborasi ini diharapkan dapat membentuk ekosistem bioenergi yang terintegrasi, mulai dari kebun, fasilitas pengolahan, infrastruktur pendukung, hingga penyerapan produk,” ujar Mohammad Abdul Ghani.

Salah satu proyek prioritas yang dibahas adalah reaktivasi Pabrik Bayas Biofuels di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, yang memiliki kapasitas produksi sekitar 600.000 ton FAME per tahun.

Proyek tersebut diproyeksikan menjadi langkah awal kerja sama dalam mendukung ketersediaan biodiesel nasional. Reaktivasi Pabrik Bayas Biofuels juga diarahkan untuk menjadi sumber pasokan FAME pertama yang disediakan oleh BUMN.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran BUMN dalam rantai pasok biodiesel nasional, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati secara berkelanjutan.

Pembahasan juga mencakup rencana pengembangan ekosistem bioetanol terintegrasi di Kalimantan Timur. Program tersebut akan menghubungkan pengembangan perkebunan singkong dengan fasilitas pengolahan, penyediaan energi, logistik, serta penyerapan hasil produksi.

Ruang lingkup kerja sama Pertamina dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) akan diperluas pada bidang bioenergi, investasi, pemanfaatan produk samping, penyediaan bahan baku, pembangkit listrik, keberlanjutan, logistik dan distribusi, riset dan teknologi, serta penyerapan produk.

PT Pertamina (Persero) dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) selanjutnya akan memfinalisasi perluasan ruang lingkup nota kesepahaman serta mempercepat kajian teknis dan bisnis terhadap proyek-proyek yang siap diimplementasikan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat hilirisasi sektor perkebunan, meningkatkan nilai tambah komoditas nasional, serta memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. (fad)

Tags: BioenergiPT Agrinas Palma Nusantara

Related Posts

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

BRIN Dorong Hilirisasi Nilam dan Cengkeh untuk Tingkatkan Daya Saing Global

15 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan hilirisasi minyak atsiri nilam dan cengkeh untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Poltek CWE Wisuda 166 Mahasiswa, Sebagian Langsung Kerja

Poltek CWE Wisuda 166 Mahasiswa, Sebagian Langsung Kerja

27 September 2025
PTPN IV Regional III Targetkan Produktivitas CPO 7 Ton Per Hektar

PTPN IV Regional III Targetkan Produktivitas CPO 7 Ton Per Hektar

18 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.