Perkebunanindonesia.com – Merawat kulit tidak perlu mahal. Sereh wangi (Citronella) dapat dimanfaatkan untuk merawat kecantikan.
Masyarakat Sigi, Sulawesi Tengah, sudah sejak nenek moyang memanfaatkan sereh wangi menjadi sabun mandi. Bahkan kini sudah banyak dibuat untuk produk kecantikan.
Sereh wangi ditanam masyarakat sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal program restorasi lahan pasca banjir bandang di Desa Pulu, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.
Gagasan pembuatan sabun sereh wangi yang dipasarkan dengan merek Tumbavani ini lahir dari upaya inovatif dalam mengembangkan produk turunan minyak sereh wangi.
“Tanaman sereh wangi dipilih karena memiliki masa panen yang relatif singkat, yaitu setiap empat bulan sekali, sehingga bahan bakunya mudah diperoleh dan berkelanjutan,” kata Ketua Gampiri Interaksi Lestari Nedya Sinintha Maulaning.
Proses produksi sabun ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pulu ini melibatkan orang muda dan ibu rumah tangga di sekitar desa.
Mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui program pendampingan dari Mercy Corps Indonesia.
Organisasi non-pemerintah ini telah aktif mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat (November 2021), hingga program pemulihan pasca bencana berakhir pada tahun 2024.
Selain itu, dalam proses bisnisnya usaha tersebut diperkuat dengan program inkubasi yang diikuti selama 8 bulan bersama Gampiri Interaksi Lestari pada 2024.
Keamanan produk dijamin melalui penggunaan bahan-bahan alami, seperti minyak sereh wangi dan daun kelor.
Kandungan alami tersebut tidak hanya ramah bagi kulit, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa aroma segar dan manfaat kesehatan.
“Dengan begitu, produk ini mampu meningkatkan kepercayaan calon konsumen terhadap keamanan dan kualitas,” kata Nedya.
Sereh wangi kerap dibuat sebagai minyak atsiri untuk aroma terapi. Tanaman perkebunan ini juga bisa digunakan sebagai bahan dasar produk anti-nyamuk, serta produk perawatan kulit dan rambut. (fad)




