a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
PalmCo Lanjutkan Pembangunan Pembangkit Tenaga Biogas

PTPN IV PalmCo Perkuat Pengelolaan K3 di Industri Berisiko Tinggi

11 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memperkuat pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri berisiko tinggi dan padat karya melalui penerapan sistem terpadu yang menekankan budaya keselamatan berkelanjutan bagi pekerja.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, pengelolaan K3 di industri yang berisiko tinggi dan padat karya tidak bisa hanya bersandar pada pemenuhan syarat administratif.

“K3 adalah hak dasar setiap pekerja. Di industri perkebunan ini, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan adalah kewajiban mutlak dan bukan sekadar opsi tambahan,” kata Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Jatmiko mengatakan, PTPN IV PalmCo kembali menggarisbawahi urgensi penerapan K3 di sektor perkebunan dan agroindustri.

Mengelola area konsesi seluas lebih dari 600 ribu hektare dan mengoperasikan puluhan pabrik kelapa sawit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan menempatkan mitigasi risiko kecelakaan kerja sebagai bagian dari prosedur operasional standar harian yang tidak bisa ditawar.

Jatmiko menyebutkan hingga kuartal pertama tahun 2026, entitas sub-holding PTPN III (Persero) itu membukukan lebih dari 52 juta jam kerja aman. Angka tersebut merupakan akumulasi dari penerapan sistem manajemen K3 yang terstandardisasi di seluruh regional operasi.

“Bagi kami di manajemen, May Day bukan hanya peringatan tahunan, melainkan momentum evaluasi sejauh mana kami telah melindungi rekan-rekan pekerja di lapangan,” ungkap Jatmiko.

Jatmiko menambahkan, capaian puluhan juta jam kerja aman tersebut merupakan indikator dari sistem yang berjalan. Namun perusahaan tidak menerapkan toleransi terhadap potensi kecelakaan.

Menurut Jatmiko, tantangan di lapangan sangat dinamis karena pihaknya mengelola puluhan ribu pekerja di 12 provinsi dengan tingkat risiko pekerjaan yang beragam, mulai dari proses panen, transportasi alat berat, hingga operasional mesin di pabrik.

“Prinsip utamanya tidak pernah berubah, pekerja berangkat dalam keadaan sehat, maka harus pulang ke keluarganya dalam keadaan selamat,” ujar Jatmiko.

Jatmiko juga menekankan produktivitas dan agenda hilirisasi perusahaan harus berjalan beriringan dengan keamanan ekosistem kerja. “Budaya K3 adalah fondasi esensial dari seluruh operasional perusahaan,” katanya.

Upaya mitigasi risiko tersebut secara konsisten difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kesadaran Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai ujung tombak operasional di lapangan.

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menambahkan perusahaan secara bertahap memacu proporsi karyawan yang memiliki sertifikasi Ahli K3 (AK3) umum maupun spesifik untuk membangun budaya keselamatan dari tingkat tapak.

Menurut Ugun, sistem pengawasan sebaik apa pun tidak akan efektif tanpa kesadaran mandiri dari pekerjanya. Oleh karena itu, perusahaan memfasilitasi dan mendorong karyawan di berbagai tingkatan operasional untuk meraih sertifikasi AK3.

“Kami memproyeksikan para pemegang sertifikat ini menjadi motor penggerak atau change agent budaya aman di masing-masing unit kebun dan pabrik,” papar Ugun.

PTPN IV PalmCo juga tercatat melakukan sejumlah intervensi kolaboratif lintas instansi, salah satunya melalui sinergi bersama PT PLN (Persero) guna memberikan edukasi spesifik terkait keselamatan panen kelapa sawit di area yang bersinggungan dengan jaringan listrik tegangan menengah. (har/ant)

Tags: AK3UK3PTPN IV PalmCosawit

Related Posts

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

13 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah terus mendorong petani kelapa sawit agar semakin mandiri dalam mengelola kebun sekaligus menekan biaya...

Salim Invomas Catat Kenaikan Produksi TBS dan CPO

Plt Dirjen Perkebunan: Peningkatan Produktivitas Tidak Selalu Buka Lahan Baru

23 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto, menyebut peningkatan produktivitas tidak selalu harus dilakukan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

PTPN IV Regional III Perluas Transformasi Hingga Petani Mitra

PTPN IV Regional III Perluas Transformasi Hingga Petani Mitra

2 Agustus 2025
Mentan Pastikan Pupuk Subsidi

Mentan Pastikan Pupuk Subsidi Harganya Turun

14 November 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.