PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyetujui dukungan pengembangan kakao seluas 1.000 hektare guna memperkuat produksi komoditas perkebunan di Papua Barat.
Dukungan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi sejumlah kepala daerah terkait pengembangan pertanian, mulai dari program cetak sawah hingga penguatan komoditas perkebunan seperti kakao.di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Provinsi Papua Barat telah mendapatkan bantuan program cetak sawah dari Kementerian Pertanian.
“Tahun 2026 ini kami mendapatkan bantuan cetak sawah seluas 3.369 hektare yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, dan Teluk Bintuni,” ungkap Dominggus.
Selain itu, Gubernur Dominggus juga mengusulkan pengembangan padi ladang dan kakao yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat lokal di Papua Barat.
Menurut Dominggus, komoditas kakao Papua Barat memiliki kualitas premium dan telah menembus pasar internasional.
“Kakao kami kualitasnya premium. Walaupun produksinya masih terbatas, kami sudah mengekspor ke Prancis, Belanda, dan Belgia,” ungkap Dominggus.
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan bahwa Kabupaten Samosir juga telah menerima dukungan pengembangan komoditas dari Kementerian Pertanian, khususnya untuk kopi dan kakao.
“Saat ini bantuan yang sudah diberikan dari Kementerian Pertanian untuk kopi mencapai sekitar 1.900 hektare dan kakao sekitar 500 hektare. Bagi kami itu sudah sangat membantu,” ujar Vandiko.
Bupati Vandiko menambahkan, Kabupaten Samosir masih memiliki potensi pengembangan lahan yang cukup besar.
“Kami berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dan masih memiliki potensi pengembangan lahan kurang lebih sekitar 5.000 hektare,” jelas Vandiko.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung menyetujui dukungan pengembangan padi ladang seluas 3.000 hektare serta bantuan pengembangan kakao seluas 1.000 hektare guna memperkuat produksi komoditas perkebunan di wilayah tersebut.
Mentan Amran menyambut baik potensi tersebut dan langsung mengarahkan agar pengembangannya dapat ditindaklanjuti oleh jajaran eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian.
Mentan Amran menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus memberikan dukungan nyata kepada pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi pertanian di berbagai wilayah guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (sat)




