Perkebunanindinesia.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut 80 persen lahan tebu saat ini tidak layak produksi, sehingga perlu pembenahan secara menyeluruh.
“Kami akan bongkar dalam tiga tahun,” tegas Mentan Amran di Jakarta seperti dikutip Sabtu (12/7/2024).
Mentan menargetkan paling lambat dua tahun ke depan Indonesia sudah swasembada white sugar, dan dalam empat tahun industrinya berdiri dan beroperasi dengan baik.
Menurut Amran, komoditas tebu, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama impor.
Karena itu, Amran akan menyetop impor white sugar maupun raw sugar, yang nilainya mencapai triliunan setiap tahun.
“Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi dan memproduksi pangan yang demand-nya tinggi di tingkat dunia,” kata Amran.
Menurut Mentan, pembangunan sektor pertanian dan perkebunan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dalam pengembangan komoditas strategis dan hilirisasi produk.
Amran pun mengajak para pengusaha menengah ke bawah berkolaborasi dan terjun langsung untuk pengembangan komoditi perkebunan serta hilirisasinya.
“Kami telah memilih 14 komoditas strategis. Kalau ini kita penuhi, InsyaAllah dunia bisa kita genggam lewat pangan,” ungkapnya Mentan Amran.
Lebih lanjut, Amran memaparkan potensi besar yang dimiliki Indonesia di sektor ekspor pertanian.
Amran menyebutkan, total ekspor saat ini mencapai Rp600 triliun, dan nilainya akan meningkat signifikan jika hilirisasi dilakukan secara konsisten sesuai arasiden.
Amran mencontohkan, sekarang konsumsi dunia bergeser. Dulu minum susu, sekarang VCO. Harga kelapa naik dari Rp1.300 menjadi Rp5.000 – Rp10.000 untuk ekspor.
“Ini peluang besar. Untuk itu kita Kita harus mulai dari sekarang, dan anggarannya sudah disiapkan,” kata Amran. (sat)




