a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mendag Mendorong Peningkatan Ekspor Komoditas Gambir

Mendag Mendorong Peningkatan Ekspor Komoditas Gambir (dok Kemendag)

Mendag Mendorong Peningkatan Ekspor Komoditas Gambir

19 November 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong peningkatan potensi ekspor komoditas gambir melalui hilirisasi untuk menghasilkan produk bernilai tambah   dan memperluas jangkauan pasar global. Gambir merupakan komoditas unggulan yang  menggerakkan ekonomi Sumatra Barat (Sumbar).

“Potensi komoditas gambir sangat besar. Agar dapat memaksimalkan potensinya, perlu dilakukan proses hilirisasi,” ujar Budi saat melepas ekspor 27 ton gambir ke India senilai USD  102.600  atau setara Rp1,72 miliar, di Kota Padang, Sumbar, Selasa, (18/11/2025),.

Mendag mengapresiasi kontribusi positif komoditas gambir sebagai komoditas unggulan  Sumbar sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.

Mendag menekankan, potensi luar biasa gambir masih dapat terus dikembangkan dengan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

“Kita tawarkan produk yang sudah melalui proses produksi, misal gambir menjadi sabun, kopi, mungkin nanti produk kecantikan, produk kesehatan. Produk olahan ini adalah kunci untuk mendorong perluasan ekspor komoditas gambir,” jelas Mendag.

Sepanjang Januari – September 2025 nilai ekspor komoditas gambir Sumbar tercatat sebesar USD 34,2 juta atau 71,1 persen dari total nilai ekspor gambir nasional yang sebesar USD 48,1 juta.

Dari total nilai ekspor tersebut, sebanyak USD 46,62 juta atau 96,93 persen komoditas gambir  diekspor ke India. Kinerja ini menunjukkan unggulnya iklim dan topografi Sumbar.

Mendag mengungkapkan, kemitraan usaha besar seperti PT SJI dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci untuk mengakselerasi hilirisasi  komoditas gambir.

Kemudian, modernisasi pengolahan dan peningkatan mutu komoditas  gambir turut mendorong hilirisasi komoditas gambir.

Selain itu, Kemendag tengah mempersiapkan kebijakan untuk tata niaga ekspor komoditas gambir yang berfokus pada hilirisasi.

Upaya dilakukan melalui pengajuan usulan pengembangan pos tarif dan identifikasi barang (Harmonized System Code/HS Code) gambir untuk membedakan komoditas gambir mentah dengan komoditas gambir yang sudah diolah dengan kadar katekin tinggi.

Mendag juga menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekspor nasional komoditas lokal, termasuk gambir. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memperluas akses pasar melalui  berbagai  perjanjian  perdagangan.

Salah satunya, Persetujuan  Kemitraan  Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) yang membuka potensi produk Indonesia mendapat tarif hingga nol persen di 27 negara di Eropa.

Mendag memastikan, pasar ekspor tidak terbatas aksesnya oleh pelaku usaha besar saja. Melalui program UMKM Berani Adaptasi, Siap Inovasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor),   Kementerian Perdagangan memfasilitasi pelaku UMKM melakukan ekspor melalui46 perwakilan dagang di 33 negara.

Sepanjang Januari – Oktober 2025, Kemendag telah memfasilitasi 542 kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang terdiri dari 348 kurasi produk (pitching) dan 194 sesi temu bisnis dengan buyer mancanegara. Tercatat, total transaksi pada periode tersebut, yakni sebesar USD 130,17 atau setara Rp2,17 triliun.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi dukungan pemerintah dalam mendorong komoditas unggulan Sumbar.

“Pelepasan ekspor ini menjadi dorongan semangat baru. Kami berharap, Kementerian Perdagangan dapat terus memberikan dukungan terhadap komoditas unggulan Sumatra Barat,” ujar Mahyeldi. (fad)

Tags: Ekspor GambirMendagSumatera Barat

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Aspekpir Indonesia Mendorong Percepatan PSR

Aspekpir Indonesia Mendorong Percepatan PSR

29 April 2025
Program Biodisel B40 Sumbang 15,9 Juta KL Solar

Program Biodisel B40 Sumbang 15,9 Juta KL Solar

17 Januari 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.