a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Aspekpir Indonesia Mendorong Percepatan PSR

Aspekpir Indonesia Mendorong Percepatan PSR

Aspekpir Indonesia Mendorong Percepatan PSR

29 April 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia mendorong percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), dan Pembangunan Sarana dan Sarana (Sarpras). Karena itu kemitraan harus saling menguntungkan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiono, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2025 bertema ‘Memperkuat Kemitraan Inti-Plasma Petani Sawit Dalam Mendukung Terwujudnya Ketahanan Pangan, Energi dan Menuju Hilirisasi Indonesia Emas 2045’ di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Setiono mengatakan, industri kelapa sawit memerlukan kemitraan yang saling menguntungkan. Karena tanpa kemitraan petani akan menghadapi berbagai masalah, salah satunya tidak adanya jaminan kepastian harga.

Setiono mengakui, masih ada kemitraan yang tidak saling menguntungkan. Karena itu kemitraan inti plasma tetap membutuhkan pengawasan dan pembinaan dari pemerintah.

“Karena adakalanya, salah satu pihak baik inti maupun plasma hanya mencari keuntungan sepihak tanpa memperhatikan mitranya,” tukas Setino.

Menurut Setiono, kemitraan di perkebunan sawit perlu bantuan dan pengawasan dari pemerintah agar kemitraan tetap saling menguntungkan.

Setiono mengatakan, pola kemitraan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dapat dijadikan percontohan nasional. Pola ini terbukti meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit yang berbeda jauh dengan pola bagi hasil yang hasilnya tidak jelas sampai sekarang.

Setiono mengungkapkan, sejak adanya BPDP kemitraan di Aspekpir baru 20 persen yang terealisasi dari 800 ribu ha lahan yang masuk PIR.

Rakernas Aspekpir kali ini digelar untuk memperkuat kemitraan inti-plasma dalam mendukung terwujudnya ketahan pangan, energy dan menuju Indinesia Emas 2045.

Rakernas juga menggelar diskusi dengan berbagai nara sumber antara lain Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Gapki, PTPN Regional IV (PalmCo), dan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusahan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, penerapan kemitraan jalur kemitraan ternyata lebih rumit dibandingkan kedinasan. Sehingga petani mensiasatinya dengan melalui kedinasan.

“Tapi mereka terus bermitra supaya dapat dana dari BPDP, tapi setelah itu bermitra. Itu bisa, gak apa apa. Artinya kita yang mengelola bertindak sebagai mitra mereka,” ujar Eddy.

Eddy mengungkapkan, petani bisa melakukan dua pola dalam PSR yakni kemitraan dan kedinasan. Pada waktu PSR melalui kemitraan sulit, petani dapat melalui kedinasan.

Menurut Eddy, masih susahnya PSR di kalangan petani karena petani tidak mau meremajakan pohonnya. “Karena nanti bagaimana hidupnya selama menunggu tanaman bisa menghasilkan, nah itu yang haurs kita atasi,” katanya.

Selain itu, tambah Eddy, terkait kawasan hutan juga menjadi penghambat PSR. Karena tidak sedikit lahan petani PIR yang dulunya SHM, kini masuk kawasan hutan.

“Gapki berkali-kali sudah menyampaikan ke pemerintah dari berbagai kesempatan melalui surat. Contohya pada era Orde Baru sudah keluar SHM PIR Trans, nah sekarang masuk kawasan. Itu sudah kami sampaikan ke pemerintah tapi sampai sekarang belum juga selesai masalahnya,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, program PSR itu sangat penting karena menyangkut produksi sawit. Karena itulah regulasi yang menghambat, termasuk kawasan mestinya segera dibenahi. (yr)

Tags: Aspekpir

Related Posts

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

BPDP Dukung Ekosistem Kelapa dari Hulu hingga Hilir

21 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan ekosistem kelapa Indonesia secara menyeluruh, mulai dari sektor...

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Minyak Kelapa Sawit Masih Berkontribusi Ekspor Nonmigas

Minyak Sawit Tengah Diajukan Tarif Nol ke AS

20 Juli 2025
Ketergantungan Bawang Putih Impor Semakin Meningkat

Ketergantungan Bawang Putih Impor Semakin Meningkat

24 Juli 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.