Perkebunanindonesia.com – Tiga komoditas perkebunan, kopi, kakao, dan teh mencatat angka tertinggi dalam kinerja ekspor nonmigas periode Januari – Juli 2025.
“Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi, yakni kakao dan olahannya (HS 18) yang meroket hingga 108,39 persen; kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) 69,93 persen, serta aluminium dan barang daripadanya (HS 76) 68,57 persen,” ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso, Rabu (3/9/2025).
Secara kumulatif, kata Budi, total ekspor Indonesia pada pada Januari – Juli 2025 adalah USD 160,16 miliar atau tumbuh 8,03 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (CtC).
Peningkatan ekspor ini turut ditopang pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 9,55 persen menjadi USD 152,20 miliar (CtC).
Sektor industri pengolahan mendominasi ekspor nonmigas dengan kontribusi 84,19 persen, disusul pertambangan dan lainnya 13,21 persen dan pertanian 2,60 persen.
“Ekspor pertanian naik 43,62 persen yang berasal dari peningkatan ekspor komoditas kopi, kelapa, dan buah pinang. Ekspor industri pengolahan juga naik 17,40 persen,” sebut Mendag.
Mendag Budi Santoso menyampaikan, neraca perdagangan Indonesia selama Januari – Juli 2025 menunjukkan kinerja menggembirakan dengan surplus kumulatif mencapai USD 23,65 miliar. Nilai ini meningkat signifikan dibandingkan Januari – Juli 2024 yang sebesar USD 16,25 miliar.
Menurut Mendag, surplus pada Januari – Juli 2025 terutama didorong meningkatnya surplus nonmigas menjadi USD 34,06 miliar dibanding Januari – Juli 2024 yang tercatat senilai USD 28,49 miliar.
Surplus nonmigas Januari – Juli 2025 sebagian besar disumbang oleh perdagangan dengan sejumlah negara mitra utama, antara lain, Amerika Serikat (AS) sebesar USD 12,13 miliar, disusul India USD 8,13 miliar dan Filipina USD 5,07 miliar.
Sementara itu, secara bulanan, tercatat surplus USD 4,17 miliar pada perdagangan periode Juli 2025. Bila dibandingkan dengan surplus pada Juni 2025 yang sebesar USD 4,10 miliar, terlihat surplus neraca perdagangan Indonesia konsisten mencatatkan nilai yang tinggi (MoM).
“Khusus perdagangan periode Juli 2025, Indonesia mencatatkan surplus yang tetap tinggi sebesar USD 4,17 miliar. Capaian ini menandai keberlanjutan tren surplus selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” lanjut Mendag Budi. (fad)




