a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kemendag Sebut Potensi Transaksi Produk Kakao, Kopi Capai USD 90,9 Juta

Kemendag Sebut Potensi Transaksi Produk Kakao, Kopi Capai USD 90,9 Juta (dok Kemendag)

Kemendag Sebut Potensi Transaksi Produk Kakao, Kopi Capai USD 90,9 Juta

8 Oktober 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, lima produk telah mencapai potensi transaksi sebesar USD 90,9 juta, termasuk kakao, kopi dan rempah-rempah.

“Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu melalui program UMKM BISA Ekspor. Sejak Januari—Agustus 2025, kami telah melakukan 462 penjajakan bisnis daring yang menghubungkan 1.482 UMKM Indonesia dengan calon buyers global,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri, dikutip Selasa (7/10/2025).

Dengan dukungan perwakilan dagang kami di 33 negara, Kemendag telah mencapai potensi transaksi sebesar USD 90,9 juta. Lima produk teratas yaitu produk kayu, makanan dan minuman, kakao, kopi, perawatan tubuh, serta rempah-rempah.

Roro mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah  mitigasi menghadapi tren perdagangan dunia yang terus berkembang, termasuk di sektor perdagangan digital.

Dalam lima tahun terakhir, lanjut Roro, Indonesia mengalami transformasi  demografis yang dibentuk oleh pergeseran teknologi, ekonomi, dan sosial.

Menurut Wamendag Roro, digitalisasi telah mengubah hubungan kerja secara signifikan, menciptakan model kerja baru, dan meningkatkan produktivitas, serta memperlebar kesenjangan keterampilan. Terjadi juga pergeseran transaksi ritel tradisional ke platform digital.

Pada Hari Belanja Online Nasional 2024, tercatat nilai transaksi lebih dari Rp16 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 31 persen.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana perilaku konsumen bergeser dengan cepat ke arah perdagangan digital,” imbuh Wamendag Roro.

Langkah-langkah mitigasi yang disiapkan Kemendag yaitu: pertama, memperkuat tata kelola melalui kebijakan dan regulasi.

Kemendag, kata Roro, memastikan ekosistem perdagangan digital yang adil dan inklusif, serta melindungi, baik pelaku bisnis maupun konsumen.

“Tujuan pengaturan perdagangan digital sudah jelas. Kami mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku usaha domestik agar mereka dapat berkembang pesat,” jelas Roro.

Selain itu, lanjut Roro, pihaknya juga mengelola kemajuan teknologi  yang  pesat  yang  dapat  mengganggu sektor perdagangan digital.

“Kami berusaha menciptakan ekosistem yang sehat, adil, dan menguntungkan. Terakhir, kami juga memperkuat perlindungan konsumen untuk memastikan kepercayaan dan keberlanjutan sektor tersebut,” jelas Wamendag Roro.

Kedua, Kemendag berinvestasi dalam pelatihan ulang dan transisi tenaga kerja, bermitra dengan perusahaan global seperti Google dan berkolaborasi dengan universitas untuk mempersiapkan talenta di sektor perdagangan digital.

Ketiga, tambah Roro, pihaknya mendukung UMKM dan inklusi digital dengan mempromosikan produk lokal, memodernisasi pasar rakyat, dan menghubungkan para pelaku usaha dengan peluang ekspor. (fad)

Tags: Kakaokemendagkopirempah-rempah

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Catat Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton

Kementan Catat Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton

7 Februari 2026
Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

Kementan Matangkan Pengembangan Tebu untuk Bahan Baku Bioetanol

30 September 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.