Perkebunanindonesia.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) meraih penghargaan Pilar Sosial kategori Education for All Advocate dalam ajang ESG Now Awards 2025. Penghargaan diberikan terkait program pemberdayaan perempuan dan pendidikan bagi komunitas adat.
“ESG itu mestinya sudah menjadi budaya kita. Nenek moyang kita selalu mengajarkan mengenai lingkungan yang berkelanjutan, kebersamaan, dan kejujuran,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan atau Zulhas, di Jakarta, dikutip Jumat (17/10/2025)
Sebenarnya, kata Zulhas, budaya Indonesia itu yang mungkin karena perkembangan zaman, semua serba cepat, ESG kadang-kadang jadi cuma tiga kata. “Padahal sebetulnya itu adalah perilaku dan budaya sehari-hari,” tukasnya.
Saat ini, lanjut Zulhas, pemerintah terus menjalankan berbagai program yang selaras dengan semangat ESG, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kita perlu investasi, tapi yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan ada kejujuran di situ,” tambah Zulhas.
Zulhas mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk media dan sektor swasta, dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.
Chief Operation Officer (COO) Astra Agro, Arief Catur Irawan, menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Capaian ini, kata Arief, merupakan hasil kerja sama dan keharmonisan antara perusahaan dan masyarakat lokal yang telah menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah perjalanan yang tidak dapat ditempuh sendirian. Melalui kolaborasi dengan komunitas adat, seperti Suku Bunggu di Sulawesi Tengah, Astra Agro belajar bahwa pendidikan dan pemberdayaan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Arief.
Lebih lanjut Arief menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya seluruh insan Astra Agro yang berkomitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami akan terus memperkuat integrasi nilai keberlanjutan dalam seluruh aktivitas bisnis. Prinsip ESG telah menjadi landasan dalam setiap keputusan perusahaan, agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan,” jelas Arief.
Ketua Komunitas Perempuan Suku Bunggu di Dusun Saluraya, Norvi Srikasi Tiora atau akrab disapa Ibu Ophy, merupakan salah satu sosok inspiratif dari program pemberdayaan yang dijalankan Astra Agro.
Melalui peran aktifnya, Ibu Ophy menjadi motor penggerak bagi kelompok perempuan di komunitas adat tersebut untuk terus belajar, berdaya, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
Ophy menjelaskan, berkat pendampingan dari tim Astra Agro, kini para perempuan di Dusun Saluraya mampu mengembangkan berbagai produk lokal seperti kerajinan tangan dan olahan pangan khas daerah.
Hasilnya tidak hanya menambah pendapatan keluarga, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian di kalangan perempuan komunitas adat.
“Kami jadi punya harapan baru. Dari yang semula hanya fokus di rumah, sekarang kami bisa ikut berkontribusi dalam ekonomi keluarga dan pendidikan anak-anak di desa,” tambahnya.
Bagi Ophy, keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi, tetapi juga dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap peran perempuan.
“Sekarang kami tidak lagi takut untuk bermimpi. Kami ingin anak-anak kami bisa sekolah lebih tinggi dan tumbuh menjadi generasi yang lebih baik,” kata Ophy. (yer)




