a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
PalmCo Lanjutkan Pembangunan Pembangkit Tenaga Biogas

PalmCo Lanjutkan Proyek Pembangkit Tenaga Biogas

9 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo melalui entitasnya PTPN IV Regional III kembali melanjutkan proyek pembangunan pembangkit tenaga biogas (PTBg).

Pengolahan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau, ini bekerjasama dengan perusahaan teknologi asal Jepang, Aiken Kakoki.

Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap mengatakan, pembangunan pembangkit tenaga biogas (PTBg) co-firing  yang sejalan dengan komitmen penguatan program pemanfaatan energi baru terbarukan tersebut berlangsung di kawasan pabrik kelapa sawit (PKS) Sei Garo, Kabupaten Kampar, Riau.

“Insya Allah, PTBg Cofiring hasil kolaboirasi PTPN IV dengan Aiken Jepang ini ditargetkan dapat melakukan commisioning atau performance test pada akhir tahun ini,” ungkap Gusmar seperti dikutip Selasa (8/7/2025).

Untuk diketahui, PTPN IV PalmCo bersama dengan Aiken yang merupakan perusahaan teknologi asal Jepang tersebut memulai kerjasama sejak akhir 2023 lalu.

Kerjasama itu diimplementasikan melalui beragam tahapan mulai dari detail perencanaan, bidding atau penawaran, procurement dan manufacturing, inspeksi, dan pembersihan. Saat ini proses terus berlanjut memasuki tahapan enviromental permission serta construction permission.

“Setelah izin lingkungan dan pembangunan dilewati, yang insya Allah kita targetkan Oktober mendatang, maka dapat kita lanjutkan ke tahapan-tahapan selanjutnya, baik konstruksi, instalasi peralatan, dan input benih granular sludge,” jelas Gusnar.

Pembangunan PTBg co-firing diketahui menggunakan teknologi Expanded Granular Sludge Beg (EGSB). Teknologi mutkahir ini diklaim lebih efektif dan efisien untuk menghasilkan gas metana sebagai sumberenergi baru terbarukan (EBT).

Pembangunan PTBg bersumber dari pendanaan Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau JICA (Japan International Cooperation Agency).

 

Diproyeksikan proyek ini memiliki kapasitas minimum pengolahan POME sebesar 150 meter kubik perhari. Menurut rencana, kerjasama itu bersamaan dengan aktivitas riset AIKEN selama dua tahun.

“Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk terlibat aktif dalam pengembangan EBT menggunakan teknologi Expanded Granular Sludgebeg (EGSB) ini. Kami mendapat informasi bahwa penerapan teknologi ini merupakan yang pertama di dunia,” ujar Gusnar.

EGSB sendiri adalah teknologi pengolahan POME yang memanfaatkan bakteri anaerob granular dan merupakan teknologi yang digunakan untuk reaktor EGS.

Dalam teknologi tersebut, selain memanfaatkan gas metana yang dilepaskan limbah sebagai sumber energi, juga menghasilkan dehydrated sludge berupa produk sampingan yang dihasilkanmelalui pengolahan POME.

“Produk sampingan itu diklaim memiliki nilai kalori hingga 5.110 kalori. Nilai itu bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan batu-bara yang rata-rata berkisar 3.600 sampai 4.200 kalori,” tambah Head of PMO PTPN IV Regional III Masrukin.

Masrukin berharap kerjasama dua negara ini dapat berjalan dengan baik sehingga semangat pemanfaatan energi baru terbarukan di Holding Perkebunan Nusantara dapat kian dimaksimalkan di masa mendatang.

PTPN IV Regional III merupakan salah satu entitas yang memanfaatkan EBT melalui pengolahan POME dengan PTBg. Baru-baru ini, salah satu instalasi PTBg co-firing di Lubuk Dalam Kabupaten Siak berhasil meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). (fad)

Tags: kelapa sawitPOMEPTPN IV PalmCo

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Upaya Konkrit Transisi Energi Perluas Penggunaan Biodisel Berbasis Sawit

Upaya Konkrit Transisi Energi Perluas Penggunaan Biodisel Berbasis Sawit

30 April 2025
Mentan Optimis Harga CPO Bakal Naik Saat Diterapkan B50

Indonesia Desak Uni Eropa Cabut Aturan Bea Imbalan Biodiesel

25 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.