Perkebunanindonesia.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alfiansyah Bustami, atau yang akrab disapa Komeng mengapresiasi capaian luar biasa kelompok tani Paguyuban Tani Lestari Ciwidey dalam memproduksi teh kering.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kemandirian para petani yang sudah melakukan berbagai inovasi dan terobosan nyata,” ungkap Komeng, Kamis (7/8/2025).
Menurut Komeng, kemampuan kelompok tani dalam memproduksi sendiri teh kering rakyat, yaitu Teh Juwara merupakan capaian luar biasa.
“Salah satu capaian luar biasa adalah kemampuan kelompok tani dalam memproduksi sendiri teh kering rakyat, yaitu Teh Juwara, yang menjadi nilai tambah bagi hasil kebun mereka,” ujar Komeng.
Selain itu, Komeng juga mengapresiasi para petani telah memproduksi pupuk organik cair berbahan dasar mikrobia yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh banyak petani di wilayah tersebut.
Kunjungan lapangan kerja anggota DPD RI Alfiansyah Bustami ke perkebunan teh petani anggota Paguyuban Tani Lestari di Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, ini dalam rangka memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil petani di lapangan
Dalam kunjungan tersebut, Alfiansyah Bustami didampingi Muspika Kecamatan Ciwidey, kepala Desa Rawabogo, serta perwakilan dari pemerintah kabupaten.
Rombongan meninjau secara langsung kondisi aktual yang dihadapi para petani teh, sekaligus meninjau berbagai inovasi dan terobosan yang telah dilakukan di tingkat lokal guna meningkatkan produktivitas dan ketahanan usaha perkebunan teh rakyat.

Petani teh anggota Paguyuban Tani Lestari tidak hanya memamen pucuk teh, namun telah mampu memproduksi teh kering sendiri dengan merek Teh Juwara.
Selain itu, untuk meningkatkan produktivitas tanaman teh dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, Paguyuban Tani Lestari memproduksi pupuk organik cair yang berbahan dasar mikrobia.
Dalam kunjungan ini, Alfiansyah menyerahkan pupuk organik cair produksi Paguyuban Tani Lestari secara simbolis kepada Kelompok Tani Ampera.
Setelah peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan audiensi terbuka yang dihadiri anggota Kelompok Tani Ampera, Gapoktan Karya Mandiri Sejahtera, serta warga sekitar yang mayoritas adalah petani.
Dalam kesempatan ini, Koordinator Paguyuban Tani Lestari Kabupaten Bandung, Purna, mewakili para petani teh menyampaikan surat terbuka kepada pemerintah.
Surat terbuka ini bertujuan untuk mendorong pemerintah untuk mendukung keberlanjutan teh rakyat, serta menyampaikan kepada semua pihak untuk memberikan dukungan kepada petani teh dengan mengkonsumsi produk teh petani.
Komeng, selaku anggota DPD RI, menerima surat terbuka tersebut dan menyambut baik aspirasi tersebut. Alfansyah akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat, baik melalui kementerian atau melalui forum legislatif, dan mendorong supaya suara petani bisa ditindaklanjuti secara riil oleh pemerintah pusat. (yr)
Baca juga : Petani Teh Enggan Manfaatkan KUR, Begini Sebabnya





Alhamdulillah kami sebagai petani teh rakyat desa Cisondari kec.pasirjambu sangat senang bersinergi n berterimakasih atas Apresiasi nya dari Bapak Alfiansyah / bung Komeng tea, n support sistem nya kepada paguyuban tani lestari selama ini,dan harapan kami bung komeng mampu menjembatani kolaborasi akselerasi pemerintah pusat sampai kabupaten responsif nya terhadap aspirasi aspirasi para petani teh rakyat khususnya dalam peningkatan harga minimum upah petik menjadi 1000,-/kg dan harga minimum pucuk teh rakyat, menjadi 3.500,- per kilogram. Dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan taraf hidup rakyat para petani khususnya nya teh rakyat sehingga dapat mengatasi merosot nya/ kelangkaan tenaga kerja pemetik teh profesional , sehingga daya beli masyarakat otomatis meningkat kembali, sekian trimakasih, salam sinergi n sehat lahir dan batin semoga semua rakyat Indonesia sejahtera makmur aman sentosa selalu,Aamiin Merdeka!!!❤️🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🔥🔥🔥🔥