a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
SugarCo Targetkan Produksi Gula 4 Juta Ton pada 2026

SugarCo Targetkan Produksi Gula 4 Juta Ton pada 2026

11 Juni 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN/SugarCo) menargetkan produksi gula sebesar 4 juta ton pada 2026 dan 5 juta ton di tahun berikutnya.

“Kita harus bangkit dan bekerja eksponensial, bukan sekadar naik 10–20 persen,” ujar Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, seperti dikutip Rabu (11/6/2025).

Mahmudi menyebutkan, produksi gula SGN dalam dua tahun terakhir telah meningkat dari 751 ribu ton menjadi satu juta ton, atau naik sekitar 30 persen.

Mesku begitu, Mahmudi mengaku capaian tersebut masih belum sesuai target eksponensial yang diharapkan.

Untuk itu, SGN telah berhasil melakukan perluasan lahan tebu hingga 10.300 hektare (ha) dari target awal 5.000 ha. “Ini bukti nyata komitmen kami,” kata Mahmudi.

Untuk mencapai target tersebut, SGN mengusung lima strategi utama:

Pertama, perbaikan produktivitas, termasuk peningkatan proporsi lahan produktif hingga 86 persen dan penggunaan varietas unggul.

Kedua, peningkatan rendemen, dengan optimalisasi varietas dan proses pematangan.

Ketiga peningkatan kesejahteraan karyawan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar untuk renovasi 799 unit rumah.

Keempat, pemenuhan kebutuhan bibit, yang diperkirakan mencapai 1,25 juta hingga 1,5 juta bibit.

Kelima, permodalan dan relaksasi bunga KUR, termasuk usulan penurunan bunga dari 6 persen menjadi 3 persen dengan tambahan dana sekitar Rp250 miliar.

Mahmudi mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi 35.000 ha lahan potensial untuk perluasan, namun sekitar 8.500 ha belum dapat dieksekusi akibat kendala regulasi dan biaya.

Mahmudi, menyambut positif arahan Mentan yang menyerukan semangat kerja eksponensial dalam upaya peningkatan produksi gula nasional. (har/ant)

Tags: sugarcoSwasemba gulaTebu

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kemenperin Catat Kinerja Industri Agro Tembus USD37,38 Miliar

Menperin Soroti Urgensi Hilirisasi Sektor Agro Terkait Konflik Iran – Israel

18 Juni 2025
Mendag Mendorong Peningkatan Ekspor Komoditas Gambir

Mendag Mendorong Peningkatan Ekspor Komoditas Gambir

19 November 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.