JAKARTA, perkebunanindonesia.com – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN/SugarCo) menargetkan produksi gula sebesar 4 juta ton pada 2026 dan 5 juta ton di tahun berikutnya.
“Kita harus bangkit dan bekerja eksponensial, bukan sekadar naik 10–20 persen,” ujar Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, seperti dikutip Rabu (11/6/2025).
Mahmudi menyebutkan, produksi gula SGN dalam dua tahun terakhir telah meningkat dari 751 ribu ton menjadi satu juta ton, atau naik sekitar 30 persen.
Mesku begitu, Mahmudi mengaku capaian tersebut masih belum sesuai target eksponensial yang diharapkan.
Untuk itu, SGN telah berhasil melakukan perluasan lahan tebu hingga 10.300 hektare (ha) dari target awal 5.000 ha. “Ini bukti nyata komitmen kami,” kata Mahmudi.
Untuk mencapai target tersebut, SGN mengusung lima strategi utama:
Pertama, perbaikan produktivitas, termasuk peningkatan proporsi lahan produktif hingga 86 persen dan penggunaan varietas unggul.
Kedua, peningkatan rendemen, dengan optimalisasi varietas dan proses pematangan.
Ketiga peningkatan kesejahteraan karyawan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar untuk renovasi 799 unit rumah.
Keempat, pemenuhan kebutuhan bibit, yang diperkirakan mencapai 1,25 juta hingga 1,5 juta bibit.
Kelima, permodalan dan relaksasi bunga KUR, termasuk usulan penurunan bunga dari 6 persen menjadi 3 persen dengan tambahan dana sekitar Rp250 miliar.
Mahmudi mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi 35.000 ha lahan potensial untuk perluasan, namun sekitar 8.500 ha belum dapat dieksekusi akibat kendala regulasi dan biaya.
Mahmudi, menyambut positif arahan Mentan yang menyerukan semangat kerja eksponensial dalam upaya peningkatan produksi gula nasional. (har/ant)




