a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
BPS Catat Ekspor kopi Indonesia 2024 Naik 76,33 Persen

Hilirisasi Komoditas Strategis Perkebunan Terus Dipercepat

11 Maret 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Percepatan hilirisasi komoditas strategis perkebunan, seperti tebu, kopi, kelapa, kakao, dan lainnya terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan memperkuat kolaborasi bersama sejumlah stakeholder, termasuk di wilayah Jawa Timur.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci peningkatan nilai tambah dan penguatan ekonomi nasional.

“Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Hilirisasi adalah jalan untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat devisa negara. Petani harus menjadi bagian utama dari rantai nilai tersebut agar kesejahteraannya meningkat,” kata Mentan Amran dalam keterangannya pada Senin (9/3/2026).

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Abdul Roni Angkat, mengungkapkan, hilirisasi harus dibangun berbasis ekosistem dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.

“Hilirisasi perkebunan tidak bisa berjalan parsial. Kita harus membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran,” ujar Roni dikutip Senin (9/3/2026).

Roni menekankan pentingnya dukungan lintas sektor termasuk aparat penegak hukum dalam mengawal implementasi program di lapangan.

Dengan sinergi yang kuat, kata Roni, target peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani dapat tercapai.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Pertanian, Ito Hediarto, mengungkapkan bahwa hilirisasi merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang harus diwujudkan secara konkret.

“Setelah swasembada komoditas padi berhasil kita capai, kini saatnya kita memperkuat swasembada komoditas perkebunan melalui hilirisasi tebu, kopi, kelapa, kakao, dan komoditas strategis lainnya. Kuncinya adalah kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral,” kata Ito.

Biro SDM Polda Jawa Timur, Nur Azis mengatakan, kepolisian siap mendukung dan mendampingi program hilirisasi perkebunan.

“Polda Jawa Timur beserta jajaran Polres di kabupaten/kota siap mendukung dan mendampingi program hilirisasi perkebunan,” ujar Nur Azis.

Selain menjaga stabilitas keamanan, tambah Nur Azis, Polri juga berperan aktif dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif, aman, dan berkelanjutan.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, Percepatan Hilirisasi Perkebunan sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi lintas sektor di daerah.

Kementan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun yang dialokasikan untuk berbagai program, termasuk penyediaan bibit unggul.

Program hilirisasi perkebunan tahun 2025-2027 ini menargetkan pengembangan kawasan seluas 870.890 hektare di seluruh Indonesia untuk komoditas tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala.

Melalui program hilirisasi perkebunan, pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah produk dari bahan mentah menjadi produk olahan maupun setengah jadi yang berdaya saing tinggi di pasar domestik dan global.

Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (har)

Tags: Hilirisasi perkebunankakaolkelapaKementankopi

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Delegasi Jepang Tinjau Pascapanen Kopi dan Pala Terkait Residu

Delegasi Jepang Tinjau Pascapanen Kopi dan Pala Terkait Residu

8 September 2025
Mentan Cabut Izin 190 Pengecer dan Distributor Pupuk

Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Menjadi Prioritas Nasional

19 November 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.