a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Mentan Cabut Izin 190 Pengecer dan Distributor Pupuk

Mentan Tindak Tegas Dua Produsen Minyak Goreng Pelanggar HET

Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Menjadi Prioritas Nasional

19 November 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan, hilirisasi sawit menjadi prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

“Produksi sawit harus menjadi kekuatan domestik. Hilirisasi (sawit) bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban untuk memperkuat swasembada pangan dan kemandirian energi nasional,” ungkap Amran dikutip Selasa *18/11/2025).

Menurut Amran, dengan kebutuhan biodiesel yang mencapai 15,86 juta kiloliter pada 2025, harus memastikan peningkatan produksi dan efisiensi industri dari hulu sampai hilir.

Mentan menambahkan Indonesia menargetkan produksi 100 juta ton CPO pada tahun 2045, sehingga peningkatan produktivitas minimal 3,95 persen per tahun harus dicapai melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, dan petani kecil.

Pihaknya juga memperkuat dukungan terhadap industri turunan seperti oleokimia, biofuel, bioavtur, margarin, propylene glycol, dan produk pangan. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menambah devisa negara.

Amran juga menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan melalui implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terbaru yang kini mencakup usaha hulu, hilir, dan bioenergi.

Pemerintah juga terus mempercepat sertifikasi petani rakyat melalui dukungan pendanaan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Indonesia selalu terbuka terhadap kerja sama global, namun kebijakan internasional seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) harus mengakomodasi kondisi negara produsen dan prinsip keadilan. Pendekatan keberlanjutan tidak bisa disamaratakan antar negara,” terang Mentan Amran.

Dikatakan Amran, transformasi industri kelapa sawit nasional hanya dapat dicapai melalui sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, petani kecil, lembaga riset, dan pemerintah daerah.

“Kami yakin, dengan kebijakan domestik yang kuat dan inklusif, Indonesia akan terus menjadi pemimpin global dalam industri sawit yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan,” harap Mentan.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat mengatakan, kelapa sawit merupakan penopang utama perekonomian nasional dan sumber penghidupan bagi jutaan keluarga petani.

Roni menyebutkan, saat ini 42 persen atau sekitar 6,94 juta hektare perkebunan sawit nasional dikelola petani kecil, yang melibatkan lebih dari 2,9 juta pekebun. Industri ini juga menciptakan 4,2 juta pekerjaan langsung dan 12 juta tidak langsung.

“Kementan terus mempercepat peningkatan produktivitas melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penguatan sarana prasarana, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan, serta pemberdayaan kelembagaan pekebun,” ujar Roni, dikutip Selasa (18/11/2025).

Menurut Roni, penyederhanaan regulasi PSR dengan memberikan norma waktu untuk pelaksanaan verifikasi persyaratan terbukti mempercepat layanan bagi petani.

Roni menjelaskan, arah kebijakan perkebunan nasional menitikberatkan pada tiga aspek, yaitu peningkatan produktivitas, hilirisasi industri, dan penguatan tata kelola berkelanjutan, termasuk percepatan sertifikasi ISPO, integrasi sistem ketertelusuran, serta dukungan pembiayaan melalui BPDP.

Lebih lanjut Roni mengungkapkan pemerintah juga menyiapkan program strategis perluasan kebun plasma sebesar 400.000 hektare dan penguatan kebun inti 200.000 hektare.

Peluasan kebun dilengkapi pembangunan pabrik kelapa sawit serta fasilitas hilir di berbagai provinsi termasuk Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kaltara, dan Sulawesi Selatan. Program ini diproyeksikan akan menyerap lebih dari 566 ribu tenaga kerja baru.

Sementara itu, Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman juga menegaskan komitmennya memperkuat program biodiesel sebagai strategi ketahanan energi dan stabilisasi industri sawit nasional.

Eddy menjelaskan, program biodiesel memiliki empat tujuan utama diantaranya mengurangi impor solar, mendukung stabilitas harga CPO, memperbaiki kinerja ekonomi makro, dan berkontribusi terhadap target energi terbarukan.

Selain itu, lanjut Eddy, peluang besar muncul melalui peningkatan ketahanan energi, penguatan pasar sawit domestik, dan tumbuhnya riset biofuel generasi lanjut.

“Hal ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan program biodiesel terbesar di dunia, sekaligus menunjukkan pentingnya penguatan kebijakan, inovasi, dan diplomasi keberlanjutan untuk masa depan energi hijau nasional,” kata Eddy. (sat)

Tags: BiodiselBiofeulBpdpcpohilirisasi sawitISPOMentan Andi Amran SulaimanPSR

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Menkop Dorong Tingkatkan Daya Tawar Petani Tembakau Madura

Menkop Dorong Tingkatkan Daya Tawar Petani Tembakau Madura

9 Maret 2026
Bapanas Pastikan Bantuan Minyakita tak Terpengaruh Penyesuaian Harga

Bapanas Deraskan Minyakita dan Beras Program SPHP ke Pasar Rakyat

11 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.