a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Kemendag Dorong Ekspor Produk Hilirisasi Kakao Indonesia

Kemendag Dorong Ekspor Produk Hilirisasi Kakao Indonesia (dok Kemendag)

Kemendag Dorong Ekspor Produk Hilirisasi Kakao Indonesia

24 November 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong ekspor produk hilir kakao karena potensi di pasar glolbal yang laris manis.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong  pelaku  usaha komoditas  kakao untuk meningkatkan hilirisasi produknya agar makin bernilai tambah.

Wamendag Roro meyakini hilirisasi bisa menjadi jalan meningkatkan minat pasar global terhadap produk kakao Indonesia.

Menurut Wamendag, Indonesia sudah mengekspor kakao dalam bentuk yang berbeda-beda,  ada yang diekspor dalam bentuk biji dan ada yang sudah melalui proses hilirisasi.

“Yang kita lihat di sini, kakao telah mengalami pemrosesan menjadi cokelat yang kemudian dikemas dengan bagus sehingga berdaya saing,” ujar Wamendag saat meninjau pabrik Cau Chocolatesdi Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (22/11/2025).

Sebetulnya, kata Wamendag, hiliriasi tidak harus di industri skala besar, tapi juga bisa di lingkup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Inilah yang pemerintah akan dorong dan fasilitasi,”ujarnya.

Menurut Wamendag, Cau Chocolates bisa menjadi tolok ukur bagi pelaku usaha untuk berbisnis di sektor kakao yang melakukan hilirisasi dan berani mengedepankan inovasi.

Wamendag Roro mengapresiasi kualitas produk Cau Chocolates yang organik, ramah lingkungan, dan mengusung nilai keberlanjutan.

“Kami melihat pertumbuhan ekspor cokelat sedang naik dan sebenarnya pasarnya di dunia ini cukup luas, seperti Eropa, Australia, dan Selandia Baru,” ungkap Roro.

Berdasarkan data BPS, ekspor kakao, kakao olahan, dan makanan olahan berbahan dasar  kakao Indonesia mencatatkan tren positif 16,20 persen pada 2021—2024.

Adapun pada Januari — September 2025, ekspornya tercatat sebesar USD 2,8 miliar atau   melonjak 68,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang senilai USD 1,6 miliar.

CEO Cau Chocolate, Kadek Surya, mengungkapkan, selain fokus menghasilkan produk cokelat organik berkualitas, Cau Chocolate juga memiliki visi menerapkan perdagangan adil (fair trade).

Selain itu, lanjut Surya, Cau Chocolate turut memajukan kesejahteraan petani dengan cara berkontribusi   pada pengendalian  harga  cokelat  Indonesia agar stabil di posisi ideal, adil bagi petani dan  produsen.

Menurut Surya, banyak petani yang sudah meninggalkan pertanian karena tidak mendapatkan harga yang selayaknya.

Untuk menggerakkan petani, Cau Chocolatesberstrategi dengan berani membeli biji cokelat dengan harga  yang  lebih  mahal  meskipun  harus  menekan  margin  keuntungan.

Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu petani harus terdaftar sebagai salah satu anggota dari 12 gapoktan yang dibuat Cau Chocolates dan  memiliki kebun organik   yang memenuhi aspek ketertelusuran (traceability).

“Dengan cara ini, kami bisa berkontribusi pada kesejahteraan petani, memastikan kualitas produk, sekaligus mempersiapkan produk  kami  memiliki  pasar  tujuan  ekspor,  khususnya  ke  Eropa, “ jelas Surya.

Menurut Surya, tantangannya saat ini ialah mencari lebih banyak pasar yang akan menerima produknya. Untuk itu, diharapkan Kemendag dan dinas di daerah dapat memfasilitasi agar ekosistem kakao ini dapat berjalan dengan baik. (fad)

Tags: Kakaokemendag

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

PTPN IV PalmCo Sebut Komoditas Teh dan Karet Berhasil Raih Laba

PTPN IV PalmCo Sebut Komoditas Teh dan Karet Berhasil Raih Laba

24 Mei 2025
Indonesia Dorong Tingkatkan Ekspor CPO dan Kelapa ke Selendia Baru

Indonesia Dorong Tingkatkan Ekspor CPO dan Kelapa ke Selendia Baru

8 Agustus 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.