a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Petani Minta Program Kakao BPDP Perlu Tindak Lanjut

Petani Minta Program Kakao BPDP Perlu Tindak Lanjut (dok BPDP)

Petani Minta Program Kakao BPDP Perlu Tindak Lanjut

31 Oktober 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Petani kakao minta program kakao dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) perlu tindak lanjut, meski bantuan mulai dirasakan petani.

“Program bantuan dari BPDP telah mulai dirasakan petani kakao di beberapa titik sentra produksi. Tapi petani masih menunggu langkah selanjutnya,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Petani Kakao Indonesia (Apkai) Arief Zamroni kepada perkebunanindonesia.com, Jumat (31/10/2025).

Arief menjelaskan, langkah BPDP selanjutnya yang ditunggu adalah langkah langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti bantuan benih, rehabilitasi dan pendampingan.

“Di beberapa sentra produksi kakao memang sudah mulai terasa, tapi belum secara masif dan merata,” ujar Arief.

Menurut Arief, program BPDP terkait kakao merupakan program luar biasa. Karena program ini sangat dibutuhkan petani kakao saat ini.

“Selama saya menjadi insan kakao, baru kali ini partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah berjalan  cukup efektif,” kata Arief.

Arief berharap, program kakao BPDP juga menyentuh kebutuhan petani secara langsung, seperti alat mesin pertanian (Alsintan). Karena kalau bicara pengembangan kakao masif apalagi di lahan KTH maka yang harus didorong adalah teknologi efisien.

Selain itu, tambah Arief, program penguatan kelembagaan pertanian, pendampingan dan sistem koorporasi/plasma juga perlu dilakukan BPDP.

“Manajemen pasca panen dan hilirisasi terkiat pengembangan kakao di tingkat petani, saya kira itu juga yang utama perlu dilakukan BPDP,” ujar Arief. (yer)

Tags: ApkaiBpdpKakaopetani

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Prabowo Sebut Pelaku Kecurangan Beras Menikam Rakyat dari Belakang

Prabowo Sebut Pelaku Kecurangan Beras Menikam Rakyat dari Belakang

22 Juli 2025
BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China

BPDP dan ASPEKPIR Lepas Ekspor Perdana Lidi Sawit ke China

20 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.