PERKEBUNAN INDONESIA – Petani kakao minta program kakao dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) perlu tindak lanjut, meski bantuan mulai dirasakan petani.
“Program bantuan dari BPDP telah mulai dirasakan petani kakao di beberapa titik sentra produksi. Tapi petani masih menunggu langkah selanjutnya,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Petani Kakao Indonesia (Apkai) Arief Zamroni kepada perkebunanindonesia.com, Jumat (31/10/2025).
Arief menjelaskan, langkah BPDP selanjutnya yang ditunggu adalah langkah langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti bantuan benih, rehabilitasi dan pendampingan.
“Di beberapa sentra produksi kakao memang sudah mulai terasa, tapi belum secara masif dan merata,” ujar Arief.
Menurut Arief, program BPDP terkait kakao merupakan program luar biasa. Karena program ini sangat dibutuhkan petani kakao saat ini.
“Selama saya menjadi insan kakao, baru kali ini partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah berjalan cukup efektif,” kata Arief.
Arief berharap, program kakao BPDP juga menyentuh kebutuhan petani secara langsung, seperti alat mesin pertanian (Alsintan). Karena kalau bicara pengembangan kakao masif apalagi di lahan KTH maka yang harus didorong adalah teknologi efisien.
Selain itu, tambah Arief, program penguatan kelembagaan pertanian, pendampingan dan sistem koorporasi/plasma juga perlu dilakukan BPDP.
“Manajemen pasca panen dan hilirisasi terkiat pengembangan kakao di tingkat petani, saya kira itu juga yang utama perlu dilakukan BPDP,” ujar Arief. (yer)




