a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Produk Kopi dan Teh Tembus Potensi USD100 Ribu di Nigeria

Produk Kopi dan Teh Tembus Potensi USD100 Ribu di Nigeria (dok Kemendag)

Produk Kopi dan Teh Tembus Potensi USD100 Ribu di Nigeria

6 Juli 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Produk kopi dan teh Indonesia berhasil menembus potensi transaksi senilai USD100 ribu pada Pameran Food and Beverage (FAB) West Africa 2025 pada 10–12 Juni 2025 di Landmark Centre, Lagos, Nigeria.

PT Santos Jaya Abadi memamerkan produknya di ajang bergengsi itu seperti Good Day Coffee, Bonteh Teh Tarik, dan Bonteh Teh Celup. Varian minuman manis memang sesuai dengan preferensi konsumen lokal.

“Kami amati, minuman berbasis teh dan kopi, terutama yang mengandung susu, mendapatkan respons positif dari pengunjung,” Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, Immanuel Lingga seperti dikutip Sabtu (5/7/2025).

Menurut Imamanuel, hal ini mempertegas peluang pasar yang besar, terutama di kalangan konsumen muda dan kelas menengah setempat.

Indonesia berhasil mencatatkan total potensi transaksi sebesar USD 18,88 juta pada perhelatan internasional di Afrika itu. Nilai tersebut didapat dari produk sistem biogas yang dilirik oleh pembeli (buyer) dari Afrika Selatan, Kamerun, dan Nigeria. PT Asindo Tech meraih porsi terbesar dengan proyeksi senilai USD 12 juta.

Selain sistem biogas, tercatat produk lain yang juga banyak menarik perhatian, seperti wafer keju, bogabahari beku, bumbu masak, dan olahan singkong. PT Kaldu Sari Nabati, misalnya, membukukan potensi transaksi senilai USD 5 juta untuk ekspor wafer keju ke Nigeria, Ghana, dan Ivory Coast.

Sedangkan di sektor perikanan, PT Edmar Mandiri Jaya mencatat potensi transaksi sebesar USD 880 ribu untuk produk ikan utuh beku dan produk olahan bogabahari beku (frozen processed seafood).

Kehadiran berbagai produk unggulan dari sejumlah perusahaan eksportir asal Indonesia melalui Paviliun Indonesia merupakan strategi untuk memperkuat posisi produk Indonesia di pasar Nigeria dan kawasan Afrika Barat.

Menurut Kepala Perwakilan RI, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Fahmi Aris Inayah, perluasan ekspor ke pasar nontradisional merupakan langkah responsif Indonesia terhadap tantangan global yang saat ini terjadi.

Immanuel menjelaskan bahwa berdasarkan catatan penyelenggara BtoB Events Limited, hingga saat ini pameran FAB West Africa 2025 merupakan yang terbesar dan tersukses.

“Pameran ini menjadi ruang yang efektif dalam menciptakan peluang kemitraan baru dan kesepakatan bisnis serta memperluas jejaring perdagangan di kawasan tersebut,” ujar Immanuel.

Selain itu, tambah Immanuel, pameran ini menjadi wadah untuk melakukan observasi pasar dan identifikasi tren permintaan.

Terdapat lebih dari 300 peserta dari berbagainegara dan berhasil menarik lebih dari 6.000 pengunjung profesional dari seluruh benua Afrika, termasuk dari negara-negara tetangga, seperti Ghana, Benin, Togo, Senegal, Burkina Faso, Chad, Liberia, dan Kamerun. (far)

Tags: kopiTeh

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Produksi Teh PalmCo September Capai 10.325 Ton

Produksi Teh PTPN IV PalmCo September Capai 10.325 Ton

11 Oktober 2025
Mentan Sebut Mayoritas Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Rakyat Dirugikan

Mentan Sebut Mayoritas Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Rakyat Dirugikan

7 September 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.