Perkebunanindonesia.com – Produksi teh PTPN IV PalmCo hingga September 2025 tercatat mencapai 10.325 ton. Angka ini dinilai menjadi capaian strategis di tengah dinamika pasar global, sekaligus menandai posisi PTPN IV PalmCo sebagai salah satu pemain utama dalam industri teh nasional.
“Ini bukan semata soal volume. Yang lebih penting adalah bagaimana kami bisa menjaga kualitas dan kesinambungan produksi, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor,” ungkap Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, dikutip Jumat (10/10/2025).
Menurut Jatmiko, kinerja produksi teh PTPN IV PalmCo tersebut disebut sebagai hasil dari strategi pengelolaan kebun yang lebih efisien, penggunaan teknologi, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan.
Jatmiko juga mengatakan, pencapaian kinerja teh perusahaan plat merah Sub Holding PTPN III (Persero) itu tak lepas dari kerja kolektif seluruh lini perusahaan.
Meskipun memiliki sawit sebagai komoditas utamanya, lanjut Jatmiko, komoditas teh menjadi salah satu komoditas yang mendapatkan perhatian PalmCo, terutama dalam kerangka hilirisasi dan penguatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
PTPN IV PalmCo juga menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan yang berkelanjutan. Perusahaan mengadopsi pendekatan agribisnis berbasis lingkungan—mulai dari efisiensi penggunaan air, energi, hingga pemanfaatan teknologi dalam pemupukan dan perawatan tanaman.
PalmCo juga, kata Jatmiko, mengembangkan lini produk turunan teh, termasuk minuman siap konsumsi, sebagai bagian dari diversifikasi usaha.
Menurut Jatmiko, strategi ini dinilai krusial untuk menembus pasar ritel global yang lebih kompetitif dan bernilai tambah tinggi.
“Langkah diversifikasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan,” ujar Jatmiko.
Dengan demikian, komoditas seperti teh tidak hanya menjadi produk ekspor dalam bentuk bahan baku, tetapi juga mampu bersaing sebagai produk jadi dengan nilai ekonomi lebih besar.
Jatmiko mengklaim, kontribusi PalmCo terhadap industri teh nasional tidak hanya tercermin dari sisi produksi, tetapi juga dalam aspek pemberdayaan masyarakat sekitar kebun.
Perusahaan menjalankan sejumlah program kemitraan dengan petani lokal dan pelaku UMKM, mulai dari pelatihan teknis hingga pendampingan dalam akses pasar. (fad)




