Perkebunanindonesia.com – Produk kopi dan teh Indonesia berhasil menembus potensi transaksi senilai USD100 ribu pada Pameran Food and Beverage (FAB) West Africa 2025 pada 10–12 Juni 2025 di Landmark Centre, Lagos, Nigeria.
PT Santos Jaya Abadi memamerkan produknya di ajang bergengsi itu seperti Good Day Coffee, Bonteh Teh Tarik, dan Bonteh Teh Celup. Varian minuman manis memang sesuai dengan preferensi konsumen lokal.
“Kami amati, minuman berbasis teh dan kopi, terutama yang mengandung susu, mendapatkan respons positif dari pengunjung,” Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, Immanuel Lingga seperti dikutip Sabtu (5/7/2025).
Menurut Imamanuel, hal ini mempertegas peluang pasar yang besar, terutama di kalangan konsumen muda dan kelas menengah setempat.
Indonesia berhasil mencatatkan total potensi transaksi sebesar USD 18,88 juta pada perhelatan internasional di Afrika itu. Nilai tersebut didapat dari produk sistem biogas yang dilirik oleh pembeli (buyer) dari Afrika Selatan, Kamerun, dan Nigeria. PT Asindo Tech meraih porsi terbesar dengan proyeksi senilai USD 12 juta.
Selain sistem biogas, tercatat produk lain yang juga banyak menarik perhatian, seperti wafer keju, bogabahari beku, bumbu masak, dan olahan singkong. PT Kaldu Sari Nabati, misalnya, membukukan potensi transaksi senilai USD 5 juta untuk ekspor wafer keju ke Nigeria, Ghana, dan Ivory Coast.
Sedangkan di sektor perikanan, PT Edmar Mandiri Jaya mencatat potensi transaksi sebesar USD 880 ribu untuk produk ikan utuh beku dan produk olahan bogabahari beku (frozen processed seafood).
Kehadiran berbagai produk unggulan dari sejumlah perusahaan eksportir asal Indonesia melalui Paviliun Indonesia merupakan strategi untuk memperkuat posisi produk Indonesia di pasar Nigeria dan kawasan Afrika Barat.
Menurut Kepala Perwakilan RI, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Fahmi Aris Inayah, perluasan ekspor ke pasar nontradisional merupakan langkah responsif Indonesia terhadap tantangan global yang saat ini terjadi.
Immanuel menjelaskan bahwa berdasarkan catatan penyelenggara BtoB Events Limited, hingga saat ini pameran FAB West Africa 2025 merupakan yang terbesar dan tersukses.
“Pameran ini menjadi ruang yang efektif dalam menciptakan peluang kemitraan baru dan kesepakatan bisnis serta memperluas jejaring perdagangan di kawasan tersebut,” ujar Immanuel.
Selain itu, tambah Immanuel, pameran ini menjadi wadah untuk melakukan observasi pasar dan identifikasi tren permintaan.
Terdapat lebih dari 300 peserta dari berbagainegara dan berhasil menarik lebih dari 6.000 pengunjung profesional dari seluruh benua Afrika, termasuk dari negara-negara tetangga, seperti Ghana, Benin, Togo, Senegal, Burkina Faso, Chad, Liberia, dan Kamerun. (far)




