a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Teknik Kondomisasi Kakao Dinilai Efektif Kendalikan Hama PBK

Buah kakao yang terserang hama PBK

Teknik Kondomisasi Kakao Dinilai Efektif Kendalikan Hama PBK

16 Mei 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Teknik Kondomisasi (pembungkus) pada buah kakao dinilai efektif untuk pengendalian hama penggerek buah kakao (PBK). Setidaknya demikian hasil riset mahasiswa Universitas Sriwjaya, Sumatera Selatan.

Penelitian dilakukan Empat mahasiswa Fakultas Pertanian, Unsri, masing-masing Annisa Dwi Larasati, Chandra Irsan, David Erliansyah, Della Nabila Marta, dan Nabila Annisa di lahan tanaman kakao milik petani yang ada di Desa Lubuk Durian pada bulan Juli sampai November 2019.

Serangan hama PBK yang disebabkan serangga C. cramerella menjadi masalah yang besar bagi petani kakao. Dampaknya produksi kakao bisa turun drastis hingga 80 persen, dan sebagian besar biji yaitu sekitar 82 persen akan mengalami kerusakan.

Gejala serangannya dapat terlihat dari warnanya jadi belang-belang kuning dan hijau atau bisa juga ada bercak kuning yang besar. Selain itu, jika buah tersebut dibelah, biji kakaonya akan menempel kuat pada kulit bagian dalam.

Serangan hama PBK tidak langsung terlihat pada tanaman. Gejala serangan baru akan tampak saat buah mulai matang. Tanda-tanda awal yang bisa diamati adalah perubahan warna kulit buah menjadi jingga pucat atau keputihan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah yang rusak menampakkan gejala berupa permukaan buah warnanya tidak merata atau belang. “Ketika buah dibelah akan terlihat bekas gerekan berwarna hitam, biji kakao lengket satu dengan lainnya dan biji tidak bernas,” ujar peneliti.

Salah satu cara efektif untuk mengendalikan hama pada buah kakao adalah dengan membungkus buah muda menggunakan kantong plastik transparan. Teknik kondomisasi ini dapat mencegah serangan hama secara langsung.

Beberapa riset menyebutkan, pengendalian hama PBK dengan cara membungkus plastik (kondomisasi) dinilai efektif mencegah penggerek buah meletakkan telur di permukaan buah kakao.

Dengan menyelubungi buah kakao menggunakan plastik, hama tersebut tidak bisa masuk dan menggerek buah, sehingga mencegah kerusakan pada buah.

Metode pembungkusan buah kakao (Penyelubungan) umumnya dilakukan pada buah yang berukuran 8-12 cm, dengan satu ujung plastik dibiarkan terbuka. Hasil penelitian juga mengungkapkan, upaya mengendalikan hama pada buah kakao menggunakan plastik ini dapat secara signifikan mengurangi serangan hama penggerek buah dan penyakit busuk buah.

Menurut peneliti, buah kakao yang masih terlalu kecil dibungkus dapat menyebabkan buah busuk. Sedangkan buah berukuran besar saat dibungkus dapat menyebabkan buah busuk saat dipanen. Karena itu disarankan buah-buah berukuran sedang sebahagian besar tidak mengalami kebusukan pada saat dipanen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah yang terletak di batang utama kondisi buahnya sebagian besar baik ketika dipanen. Buah-buah yang terletak di cabang atas, saat dipanen kondisi buahnya ada yang baik, dan ada yang rusak. Buah-buah yang letaknya di cabang bawah, pada saat dipanen sSebagian besar kondisi buahnya rusak.

Kerusakan buah itu diduga disebabkan ketidaktahanan terhadap plastik pembungkus dan serangan hama PBK. Hal itu disebabkan karena cabang bawah memiliki daun yang rimbun dan lebih dekat dengan permukaan tanah. Diduga faktor tersebut menyebabkan serangan hama pada buah kakao yang terletak di cabang bawah lebih banyak terjadi.

Penelitian menunjukkan bahwa metode kondomisasi pada buah kakao menghasilkan buah yang sehat tetapi ada juga yang rusak. Lama periode buah terbungkus juga dapat memengaruhi kondisi buah saat panen.

Buah yang terbungkus cepat dan buah yang terbungkus lama menghasilkan kondisi yang sama-sama baik begitupun sebaliknya. Masalah ini di sebabkan oleh kondisi saat buah di bungkus. Buah yang sehat akan sehat dan buah yang telah rusak akan rusak.

Menurut peneliti, dari empat varietas tanaman kakao yang diuji yakni MCC 01, MCC 02, Sca 6, dan DRC 15, hasilnya varietas MCC 01 yang paling sedikit terserang hama PBK dengan presentase kerusakan 35 persen. Sedangkan varietas Sca 6 lebih rentan terkena hama PBK dengan presentase kerusakan 75 persen.

Hasil peneliti juga mengungkapkan, pembungkusan buah kakao dengan plastik dapat mengurangi kerusakan buah kakao akibat serangan hama penggerek buah kakao hingga 70 persen. (har)

Tags: hama PBKKakaovarietas MCC

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Terus Anjlok

Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Masih Naik

30 September 2025
Generasi Emas Dari Kebun Sawit: Utopia?

Generasi Emas Dari Kebun Sawit: Utopia?

26 Juni 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.