a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Teh Butong Produk PTPN IV Regional II Raih Juara

Teh Butong Produk PTPN IV Regional II Raih Juara

25 Mei 2025
1
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Teh Butong, produk unit Bah Butong milik PTPN IV Regional II, meraih juara pertama di ajang National Tea Competition (NTC) 2025. untuk kategori Broken Pekoe (BP) di ajang National Tea Competition (NTC) 2025.

“Dari enam kategori yang dimenangkan, lima diantaranya berasal dari satu Pabrik Tobasari dan satu lagi dari Butong. Ini menunjukkan standar mutu yang tidak main-main,” ujar Ketua Umum Asosiasi Teh Indonesia (ATI) Dede Kusdiman dalam keterangan seperti dikutip, Sabtu (24/5/2025).

Dede mengatakan, teh Butong dari PalmCo itu mengungguli 91 sampel teh dari berbagai perusahaan perkebunan besar negara maupun swasta.

Menurut Dede, kemenangan ini tak hanya membanggakan, tetapi juga membuktikan bahwa BUMN perkebunan telah benar-benar berbenah dan siap bersaing di pasar nasional dan internasional.

Dede mengapresiasi kebijakan PalmCo yang konsisten menjaga mutu dan mulai berfokus pada permintaan pasar.

Dede mengatakan, pendekatan PalmCo yang tidak sekadar memproduksi, tetapi juga membaca kebutuhan konsumen dan mendorong portofolio produk grade 1 merupakan strategi yang konkrit.

PTPN IV PalmCo juga menyapu bersih lima penghargaan lainnya di berbagai kategori mulai dari jenis teh Broken Orange Pekoe (BOP), Broken Orange Pekoe Fannings (BOPF), Pekoe Fannings (PF), hingga Dust, yang seluruhnya berasal dari pabrik teh Tobasari dan Butong.

“Penghargaan ini merupakan wujud dari keyakinan kami bahwa produk PTPN mampu bersaing di level tertinggi,” ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa.

Selain itu, kata Jatmiko, penghargaan tersebut sebagai simbol keberhasilan transformasi perusahaan dalam membangun kembali pertumbuhan komoditas teh PTPN.

Jatmiko berharap, keberhasilan ini menjadi pijakan baru untuk membawa teh Indonesia melangkah lebih jauh, baik dalam hal peningkatan produktivitas maupun kesejahteraan para stakeholders-nya yang terlibat dalam rantai industri.

Dengan capaian di NTC 2025 ini, lanjut Jatmiko, PalmCo kian mengukuhkan posisinya sebagai produsen teh ortodoks unggulan di Indonesia.

Produk-produk teh yang telah tersertifikasi Rainforest Alliance, ISO 9001, ISO 17025, serta Halal, kini bukan hanya menjadi kebanggaan PTPN, namun juga siap bersaing di pasar nasional ataupun internasional. (far)

Tags: Teh

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Comments 1

  1. Dadang surjadi says:
    1 tahun ago

    Sasaran pasar kebun B. Butong, satu dari sejumlah kebun PTPN di bawah Palmco, orientasi pasarnya utk ekspor. Bersaing dengan produsen, a.l: dari China, Vietnam, Afrika dan India. Apakah posisi terbaik di dalam negeri menjamin terbaik di pasar ekspor tentu tidak. Karena kita belum tahun sebaik apa kualitas teh pesaing di banding Bah Butong. Seharusnya, panitia menghadirkan teh sejenis dari berbagai negara produsen pesaing tersebut tadi utk dibandingkan dengan teh -teh produsen peserta lomba. Nah..dengan begitu kita akan mengetahui bagaimana sebaiknya merespon dan. menyimpulkan hasilnya. Kesimpulan yang diungkapkan di atas boleh jadi benar seperti itu atau sebaliknya.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Kementan Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Perkebunan

Kementan Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Perkebunan

13 November 2025
Mentan Pastikan Pupuk Subsidi

Mentan Pastikan Pupuk Subsidi Harganya Turun

14 November 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.