PERKEBUNAN INDONESIA – Kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan dan laba PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dengan porsi 90 persen.
DSNG membukukan pertumbuhan kinerja pada semester pertama tahun 2026 sebesar Rp 6,29 triliun, meningkat 3,4 persen year-on-year (YoY). Laba bersih tercatat sebesar Rp 985,88 miliar atau meningkat 7,8 persen YoY, sementara EBITDA relatif stabil pada kisaran Rp 2 triliun.
Peningkatan laba terutama didukung kenaikan volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK), disertai peningkatan harga rata-rata penjualan ( average selling price /ASP) CPO, PK, dan Palm Kernel Oil (PKO) masing -masing sebesar 2,5 persen, 13,0 persen, dan 9,4 persen.
Di samping itu, pengelolaan operasional yang lebih efisien turut menekan beban keuangan menjadi Rp 169,5 miliar dari Rp 231,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo mengatakan, perseroan terus berupaya menjaga kinerja usaha melalui pengelolaan operasional dan keuangan yang disiplin di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri.
“Di tengah dinamika industri, kami tetap berfokus pada peningkatan produktivitas, penerapan praktik agronomi yang baik, efisiensi operasional, serta keberlanjutan program replanting,” ujar Andrianto dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).
Andrianto berharap langkah langkah tersebut dapat menjadi upaya kami untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Posisi keuangan Perseroan juga tetap terjaga hingga akhir Juni 2026. Total aset tercatat sebesar Rp 17,81 triliun dengan ekuitas meningkat menjadi Rp 12,13 triliun.
Sementara itu, total liabilitas menurun menjadi Rp 5,68 triliun, mencerminkan pengelolaan struktur permodalan yang tetap prudent.
Dari sisi operasional, Perseroan mengolah sekitar 1,3 juta ton tandan buah segar (TBS) selama semester pertama 2026, turun 4,5 persen YoY. Produksi CPO tercatat 299,3 ribu ton, sementara produksi PK dan PKO masing -masing sebesar 56,6 ribu ton dan 18,4 ribu ton.
Meskipun volume produksi mengalami penurunan, Perseroan tetap menjaga efektivitas operasional yang tercermin dari peningkatan Oil Extraction Rate (OER) menjadi 23,51 persen dari sebelumnya 23,33 persen.
Kualitas CPO juga tetap terjaga dengan penurunan kadar Free Fatty Acid (FFA) menjadi 2,98 persen dibandingkan 3,05 persen pada periode yang sama tahun lalu, yang menjadikan kualitas CPO DSNG tetap premium. (yer)




