a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Ribuan Ton Gula Menumpuk di PG Disoroti DPR

Ribuan Ton Gula Menumpuk di PG Disoroti DPR

12 Agustus 2025
2
Share on FacebookShare on Twitter

Perkebunanindonesia.com – Ribuan ton gula pasir yang masih menumpuk belum terjual di sejumlah gudang pabrik gula di wilayah Situbondo dan Bondowoso mendapat sorotan parlemen.

Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan mendesak pemerintah untuk turun tangan mengatasinya. Karena justru gula rafinasi membanjiri pasar. Padahal itu untuk kepentingan industri.

Kondisi itu terungkap dalam acara audiensi anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), dan General Manager (GM) pabrik gula di Regional 4 Jawa Timur, di Pabrik Gula (PG) Prajekan, Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (10/8/2025).

Dari pertemuan tersebut, terungkap di PG Prajekan terdapat 4.600 ton gula belum terjual, senilai sekitar Rp 60 miliar. PG Assembagoes, Situbondo, sebanyak 5.000 ton gula tersisa di gudang, setara Rp50 miliar.

Kemudian di PG Panji, sebanyak 2.500 ton gula menumpuk, nilainya mencapai Rp36 miliar. Sedangkan di PG Wringin Anom, sebanyak 3.900 ton gula tidak terserap pasar selama delapan periode terakhir.

Menurut Nasim, situasi ini mengkhawatirkan di kalangan petani tebu. Karena hasil panen yang sudah digiling belum dibayar, sementara beban biaya produksi terus menghimpit

Menurut Nasim, salah satu opsinya gula yang menumpuk itu dilakukan pembelian sementara gula oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dengan menggunakan dana dari Danantara.

“Skema ini diharapkan bisa membantu mengosongkan gudang dan memberi nafas segar pada petani,” jelas Nasim.

Meski begitu, kata Nasim, ini hanya solusi jangka pendek. Pihaknya akan mendesak pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi persoalan itu.

Sehingga gula yang menumpuk di gudang bisa segera terjual, dan para petani bisa mendapatkan bayaran.

“Kalau bisa tidak menunggu minggu depan, besok pun harus ada keputusan. Di regional ini saja, ratusan miliar rupiah belum terbayar. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan,” jelas Nasim.

Menurut Nasim, Indonesia sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan gula nasional tanpa harus bergantung pada impor, asalkan tata niaga diatur dengan benar dan petani diberi perlindungan harga.

“Kami yakin SDM kita siap untuk swasembada. Tapi kalau pasar dibanjiri rafinasi, petani kita akan kehilangan semangat,” pungkas politisi PKB itu.

General Mamager PG Prajekan Chandra Sakri Widjaja mengatakan, gula yang menumpuk Ini ibarat nyawa di tenggorokan.

“Petani sudah menunggu pembayaran, tapi gula tidak laku di pasaran,” ujar Chandra.

Masalah ini dipicu peredaran gula rafinasi di pasar, yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman.

Gula rafinasi dikenal berwarna lebih putih, memiliki rasa yang tidak semanis gula pasir biasa, dan harganya lebih murah.

Di pasaran, gula rafinasi dijual sekitar Rp13.600 per kilogram (kg). Sedangkan gula produksi pabrik rakyat berada di kisaran Rp 14.400/kg. Harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah adalah Rp14.500/kg.

General Maneger PG Assembagoes Mulyono mengaku sudah empat periode giling pihaknya belum bisa membayar petani.

Petani belum menerima pembayaran, padahal tebu mereka sudah digiling. Bahkan, sisa gula dari musim giling sebelumnya masih mencapai 140 ribu ton yang belum terserap pasar.

Sepekan lalu, pengurus APTRI Pusat berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi. Namun belum ada jawaban. (har)

Tags: GulaKomisi VI DPRPabrik gula

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

Produk Indikasi Geografis Teh Java Preanger Perluas Pasar ke Benua Amerika

16 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Teh Java Preanger membuka peluang memperluas pasar internasional, khusus ke benua Amerika. Permintaan teh tersebut...

Comments 2

  1. Darwin4926 says:
    1 tahun ago

    https://shorturl.fm/9kUJM

    Reply
  2. Ping-balik: Pemerintah Siapkan Rp 5 Triliun untuk Serap Gula Petani - perkebunanindonesia.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Kembali Naik

Harga TBS Petani Mitra Swadaya Riau Kembali Naik

29 Juli 2025
Ini Dia Enam Varietas Unggul Tanaman Perkebunan yang Baru Dilepas

Ini Dia Enam Varietas Unggul Tanaman Perkebunan yang Baru Dilepas

17 Mei 2025
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.