Perkebunanindonesia.com – Laba PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSR) meningkat sebesar 71,7 persen menjadi Rp745,01 miliar pada semester pertama 2025, dari periode sebelumnya.
“Peningkatan pendapatan ini didorong peningkatan produksi CPO yang sangat signifikan dan harga jual rata-rata yang lebih tinggi,” ungkap Direktur Keuangan & Pengembangan Strategis CSR Seman Sendjaja dalam keterangannya dikutip Senin (11/8/2025).
Dalam laporan resminya, CSR menyebutkan, laba bersih untuk semester 1 2025 melonjak tajam sebesar 113,2 persen menjadi Rp142,05 miliar, dari Rp66,63 miliar pada periode sebelumnya. yang mengakibatkan peningkatan margin laba bersih menjadi 19,1 persen.
Inisiatif pengendalian biaya dilakukan sebagai bagian dari strategi adaptif menghadapi dinamika opeasional yang menantang.
Pada tanggal 28 Juni 2025, Perseroan telah berhasil melaksanakan running test terhadap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ketiga CSRA yang berlokasi di kabupaten Banyuasin.
Menurut Seman, running test adalah tahapan penting dalam proses pembangunan dan komisioning PKS, yang dilakukan sebelum pabrik beroperasi secara penuh.
“Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa seluruh sistem, mesin, dan proses produksi dapat berjalan dengan baik, efisien, dan aman sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah dirancang,” jelas Seman.
CSRA menerapkan strategi operasional berbasis data, seperti sistem pemantauan berbasis praktik agronomi terbaik, metode pemupukan presisi, serta mekanisasi proses panen dan logistik, telah membantu meningkatkan efisiensi serta mengurangi kehilangan hasil (losses) di lapangan.
Total area perkebunan inti tanaman menghasilkan CSRA mencapai 18.133,8 hektare (ha). Dari luas perkebunan yang telah ditanam ini, sebanyak 4.288,0 ha merupakan tanaman dewasa.
Profil tanaman Perusahaan sebagian besar berada dalam kategori produktif, terutama karena usia tanaman yang relatif muda.
Secara khusus, tanaman yang berusia 4-7 tahun menempati luas area 2.408,3 ha sementara tanaman yang berusia 8-17 tahun menempati luas area 11.437,5 ha.
Secara keseluruhan, Perusahaan mengantisipasi tren pertumbuhan produksi positif jangka panjang, dengan sebaran umur tanam yang baik sehingga menambah potensi peningkatan produktivitas seiring dengan pertumbuhan tanaman yang semakin matang.
Praktik agronomi yang tepat, rotasi tanam, serta penggunaan benih unggul dan pupuk berimbang, berkontribusi pada peningkatan produktivitas per hektar dan pengelolaan sumber daya secara optimal.
CSRA mengantisipasi peningkatan produksi yang didorong oleh profil usia tanaman yang menguntungkan dan ekspansi area panen. (fad)





https://shorturl.fm/DxCAC
https://shorturl.fm/9kUJM