a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026, Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit Pasangkayu

Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026, Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit Pasangkayu

Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026, Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit Pasangkayu

30 Juni 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026 resmi dibuka. Kegiatan meningkatkan kompetensi diikuti 127 petani kelapa sawit Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, ini atas kerjasama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan PT Citra Widya Education.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya bagi para petani sebagai ujung tombak pembangunan perkebunan nasional,” ungkap Direktur PT Citra Widya Education Stefanus Nugroho Kristono, dalam sambutannya di Palu, Senin (22/6/2026).

Nugroho menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian atau profesionalisme petani kelapa sawit dalam mengelola kebun agar semakin memenuhi prinsip tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Direktur PT Citra Widya Education Stefanus Nugroho Kristono

Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, seluruh narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi berpengalaman yang memiliki kompetensi dan pengalaman memadai di bidangnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu Abidin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BPDP dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pengembangan SDM perkebunan tersebut.

“Atas nama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pelatihan ini,” ujar Abidin dalam sambutannya.

Lebih lanjut Abidin menjelaskan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit.

Abidin mengatakan, pelatihan yang diikuti 127 peserta ini membahas dua topik utama, yaitu Teknis Budidaya Kelapa Sawit serta Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit.

Kedua materi tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola perkebunan mulai dari proses budidaya hingga penanganan hasil panen secara optimal.

Sementara itu, Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Kementerian Pertanian RI, Mula Putera, mengatakan, peningkatan kompetensi SDM merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional.

Mula menyebutkan, dari total 127 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 59 peserta mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit, sedangkan 68 peserta mengikuti Pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit.

Menurut Mula, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pekebun dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan perkebunan.

“Indonesia masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia. Namun demikian, produktivitas perkebunan rakyat masih berada pada kisaran 3,3 ton per hektare per tahun, sementara potensinya dapat mencapai 5 hingga 6 ton per hektare per tahun. Salah satu faktor yang perlu terus diperkuat adalah kualitas sumber daya manusia,” jelas Mula.

Mula menambahkan, berbagai tantangan seperti pemeliharaan tanaman yang belum optimal, pengendalian organisme pengganggu tanaman, keterbatasan permodalan, hingga pengelolaan rantai pasok perlu dijawab melalui peningkatan kapasitas SDM, baik melalui pengembangan hard skill maupun soft skill yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Pertanian juga menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, kepada para instruktur agar memberikan ilmu dan pengalaman terbaik kepada peserta serta melakukan pendampingan pascapelatihan.

Kedua, kepada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan membagikan ilmu yang diperoleh kepada petani lainnya.

Ketiga, kepada pemerintah daerah agar melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan ilmu yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan di lapangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu Muhammad Muh. Zain Machmud sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi mengungkapkan, Kabupaten Pasangkayu merupakan salah satu daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Sulawesi Barat sehingga peningkatan kapasitas petani menjadi kebutuhan yang sangat penting.

“Saya berharap pelatihan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan hendaknya dapat dikolaborasikan dengan pengalaman yang telah dimiliki sehingga mampu meningkatkan kualitas budidaya, panen, dan pascapanen kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu,” ujar Zain Machmud.

Sekda juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasangkayu untuk terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap peserta setelah pelatihan selesai dilaksanakan, sebagaimana harapan yang disampaikan oleh pemerintah pusat.

Kegiatan pembukaan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu Muhammad Muh. Zain Machmud, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu Dr. H. Abidin, S.Pd., M.Si., serta Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI Mula Putera, S.E., M.Sc. yang hadir secara daring melalui Zoom Meeting.

Melalui Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Sehingga peserta pelatihan dapat mendukung peningkatan produktivitas, keberlanjutan usaha perkebunan, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Pasangkayu. Pemerintah Kabupaten Pasangkayu juga menargetkan daerah ini dapat menjadi salah satu wilayah percontohan penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tingkat nasional. (*)

Related Posts

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

BPDP, Ditjen Perkebunan dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Sawit di Bengkulu

13 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah terus mendorong petani kelapa sawit agar semakin mandiri dalam mengelola kebun sekaligus menekan biaya...

Salim Invomas Catat Kenaikan Produksi TBS dan CPO

Plt Dirjen Perkebunan: Peningkatan Produktivitas Tidak Selalu Buka Lahan Baru

23 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Heru Tri Widarto, menyebut peningkatan produktivitas tidak selalu harus dilakukan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah Berikan Sejumlah Relaksasi KUR untuk Perkebunan Tebu

Pemerintah Berikan Sejumlah Relaksasi KUR untuk Perkebunan Tebu

10 September 2025
PT Pupuk Indonesia Bangun dan Revitalisasi 8 Pabrik

PT Pupuk Indonesia Bangun dan Revitalisasi 8 Pabrik

6 Oktober 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.