a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Produk Gula Kelapa BUMDes Menembus Pasar Ekspor ke Hungaria

Produk Gula Kelapa BUMDes Menembus Pasar Ekspor ke Hungaria

Produk Gula Kelapa BUMDes Menembus Pasar Ekspor ke Hungaria

2 Mei 2025
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANYUMAS, perkebunanindonesia.com — Produk gula kelapa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabul Ciptaku asal Banyumas berhasil menembus pasar internasional. Nilai ekspor gula kelapa ini mencapai USD 35.000 atau setara Rp586,4 juta, dengan volume sebanyak 18,5 ton.

Ekspor perdana gula kelapa ke Hungaria ini dilepas Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Desa Langgongsari, Kabupaten Banyumas, Kamis, (1/5/2025).

Budi mengatakan, Kabul Ciptaku menjadi BUMDes yang menginspirasi karena menjadi desa yang produknya berhasil merambah pasar ekspor.

“Kami harap, ekspor ini memotivasi BUMDes lain untuk melihat potensi besar dari pasar mancanegara,” ungkap Mendag Busan.

Tahun ini, kata Budi, Kemendag menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 7,1 persen untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Untuk itu, lanjut Budi, pihaknya berfokus pada tiga program kerja utama. Pertama, pengamanan pasar dalam negeri. Kedua, perluasan pasar ekspor. Ketiga, Peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) ekspor.

“Program ketiga, yaitu Peningkatan UMKM BISA Ekspor, adalah yang sedang dilakukan BUMDes Kabul Ciptaku di Desa Langgonsari. Mereka mempersiapkan produk unggulan untuk menembus ekspor,” jelas Mendag Busan.

Sementara Mendes PDT Yandri mengungkapkan, BUMDes Kabul Ciptaku akan menjadi contoh bagi BUMDes di ribuan desa lainnya.  Untuk itu BUMDes dapat menjaga nama baik Indonesia dengan menjaga kualitas produk yang dikirimkan.

“Komoditas ini akan bernilai dan memberi nilai ekonomi asal memiliki pangsa pasar. Pemerintah akan bergerak secara sistematis agar produk desa dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat desa,” ucap Mendes PDT Yandri.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pelepasan ekspor ini bukan hanya wujud kegiatan usaha, namun juga mencerminkan kolaborasi masyarakat desa, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun ekonomi desa yang kuat mandiri dan berorientasi global.

“BUMDes Kabul Ciptaku merupakan salah satu BUMdes yang bisa menjadi pusat ekonomi, karena mandiri dan berdaya saing tinggi. Ini juga menjadi bukti bahwa desa bisa ekspor, desa bisa maju dan menjadi pilar ekonomi bangsa,” tegas Sadewo.

Sementara itu, perwakilan BUMDes Kabul Ciptaku mengungkapkan, pada ekspor perdana ini pihaknya bermitra dengan agregator CV Java Agro Mandiri sebagai mitra untuk ekspor gula kelapa ke negara Hungaria, Spanyol, Yunani, Australia, dan Afrika Selatan.

Agregator ini telah bekerja sama dengan Kemendag sejak 2021, melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Budapest dalam mencari buyer potensial. Terkait ini, ITPC Budapest telah membantu mencari dan memvalidasi kredibilitas buyer sehingga BUMDes Kabul Ciptaku berhasil menembus pasar Hungaria.

BUMDes Kabul Ciptaku adalah Badan Usaha Milik Desa yang berlokasi di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. BUMDes ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan memanfaatkan komoditas unggulan Desa Langgongsari.

BUMDes Kabul Ciptaku memiliki beberapa unit usaha, di antaranya air bersih, industri agro bulak barokah, peternakan sapi, dan agro wisata. Beberapa produk unggulan dari BUMdes ini yakni gula kelapa organik, madu klanceng, durian, dan kelengkeng. (sat)

Tags: gula kelapa

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BRIN Kembangkan Teknologi Size Reduction untuk Minyak Atsiri

BRIN Kembangkan Teknologi Size Reduction untuk Minyak Atsiri

19 Juni 2025
BRIN Kembangkan Limbah Sawit jadi Bahan Industri Bernilai Tinggi

BRIN Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Minyak Biomassa

28 Juni 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.