PERKEBUNAN INDONESIA – Pengembangan tebu nasional melalui pembukaan areal tebu baru dan peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif dipercepat. Salah satunya di Lampung.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan peremajaan tebu di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, seluas 30 ribu hektare.
“Pengembangan areal baru ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketersediaan bahan baku industri gula sekaligus meningkatkan produksi gula nasional,” ujar Amran dikutip Selasa (1/9/2026).
Menurut Mentan Amran, peningkatan produksi gula nasional tidak cukup hanya mengandalkan perluasan areal. Pemerintah juga harus memperbaiki produktivitas tanaman melalui peremajaan tebu rakyat yang sudah tidak layak produksi.
Mentan Amran menyebut sekitar 86 persen tanaman tebu rakyat atau plasma saat ini membutuhkan peremajaan. Karena itu, pemerintah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk membongkar tanaman lama dan menggantinya dengan tanaman tebu baru.
“86 persen itu plasma, tebu rakyat yang tidak layak, dibongkar. Sehingga Bapak Presiden perintahkan, kami diberi anggaran Rp1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma ini menjadi tebu baru,” kata Mentan Amran.
Mentan Amran optimistis langkah tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki rendemen tebu, sehingga produksi gula nasional semakin kuat. “Kalau itu terjadi, insya Allah kebutuhan white sugar bisa cukup, bahkan lebih,” katanya.
Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diperkirakan mencapai 3,02 juta ton, meningkat sekitar 13,1 persen dibandingkan 2025.
Peningkatan produksi tersebut ditopang oleh bertambahnya luas areal tebu, kenaikan produksi tebu, serta perbaikan rendemen. Pada 2026, luas areal tebu diperkirakan mencapai 585.390 hektare dengan produksi tebu sekitar 40,20 juta ton dan rendemen 7,51 persen.
Mentan Amran mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat seluruh ekosistem pergulaan, termasuk memberikan dukungan kepada pabrik gula agar mampu meningkatkan kapasitas dan produktivitasnya.
“Semua pabrik gula unit usaha seluruh Indonesia kita dukung. Kita support supaya berproduksi tinggi,” ujar Amran.
Mentan Amran menegaskan, peningkatan produktivitas menjadi kunci dalam mempercepat swasembada gula. Karena itu, selain memperluas areal tanam, pemerintah mendorong peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, perbaikan budidaya, peningkatan rendemen, serta penguatan kemitraan antara pekebun dan pabrik gula.
Kawasan Tulang Bawang sendiri merupakan salah satu sentra utama tebu di Lampung. Data pemerintah daerah menunjukkan wilayah Tulang Bawang termasuk kawasan dengan areal tebu yang luas dan menjadi salah satu pemasok bahan baku industri gula di Provinsi Lampung.
Melalui pengembangan tebu baru di Gedung Meneng, peremajaan tanaman rakyat, dan dukungan terhadap industri gula, pemerintah terus memperkuat fondasi produksi dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pasokan gula dalam negeri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun tebu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan target kepada Mentan Amran untuk mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun pada saat pelaksanaan Panen Raya Tebu di Malang, 17 Juli 2026.
Target tersebut dicapai dengan melaksanakan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun. Namun, Mentan Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun. (sat)




