a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Peremajaan dan Perluasan Tebu di Tulang Bawang Dipercepat

Peremajaan dan Perluasan Tebu di Tulang Bawang Dipercepat

2 September 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Pengembangan tebu nasional melalui pembukaan areal tebu baru dan peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif dipercepat. Salah satunya di Lampung.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan peremajaan tebu di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, seluas 30 ribu hektare.

“Pengembangan areal baru ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketersediaan bahan baku industri gula sekaligus meningkatkan produksi gula nasional,” ujar Amran dikutip Selasa (1/9/2026).

Menurut Mentan Amran, peningkatan produksi gula nasional tidak cukup hanya mengandalkan perluasan areal. Pemerintah juga harus memperbaiki produktivitas tanaman melalui peremajaan tebu rakyat yang sudah tidak layak produksi.

Mentan Amran menyebut sekitar 86 persen tanaman tebu rakyat atau plasma saat ini membutuhkan peremajaan. Karena itu, pemerintah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk membongkar tanaman lama dan menggantinya dengan tanaman tebu baru.

“86 persen itu plasma, tebu rakyat yang tidak layak, dibongkar. Sehingga Bapak Presiden perintahkan, kami diberi anggaran Rp1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma ini menjadi tebu baru,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran optimistis langkah tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki rendemen tebu, sehingga produksi gula nasional semakin kuat. “Kalau itu terjadi, insya Allah kebutuhan white sugar bisa cukup, bahkan lebih,” katanya.

Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diperkirakan mencapai 3,02 juta ton, meningkat sekitar 13,1 persen dibandingkan 2025.

Peningkatan produksi tersebut ditopang oleh bertambahnya luas areal tebu, kenaikan produksi tebu, serta perbaikan rendemen. Pada 2026, luas areal tebu diperkirakan mencapai 585.390 hektare dengan produksi tebu sekitar 40,20 juta ton dan rendemen 7,51 persen.

Mentan Amran mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat seluruh ekosistem pergulaan, termasuk memberikan dukungan kepada pabrik gula agar mampu meningkatkan kapasitas dan produktivitasnya.

“Semua pabrik gula unit usaha seluruh Indonesia kita dukung. Kita support supaya berproduksi tinggi,” ujar Amran.

Mentan Amran menegaskan, peningkatan produktivitas menjadi kunci dalam mempercepat swasembada gula. Karena itu, selain memperluas areal tanam, pemerintah mendorong peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, perbaikan budidaya, peningkatan rendemen, serta penguatan kemitraan antara pekebun dan pabrik gula.

Kawasan Tulang Bawang sendiri merupakan salah satu sentra utama tebu di Lampung. Data pemerintah daerah menunjukkan wilayah Tulang Bawang termasuk kawasan dengan areal tebu yang luas dan menjadi salah satu pemasok bahan baku industri gula di Provinsi Lampung.

Melalui pengembangan tebu baru di Gedung Meneng, peremajaan tanaman rakyat, dan dukungan terhadap industri gula, pemerintah terus memperkuat fondasi produksi dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pasokan gula dalam negeri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun tebu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan target kepada Mentan Amran untuk mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun pada saat pelaksanaan Panen Raya Tebu di Malang, 17 Juli 2026.

Target tersebut dicapai dengan melaksanakan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun. Namun, Mentan Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun. (sat)

Tags: Mentan Andi Amran SulaimanPengembangan tebu

Related Posts

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

Rencana Perluasan Lahan untuk Bioetanol Dinilai Timbulkan Kerusakan Ekologis

6 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA – Rencana pemerintah terkait perluasan kawasan tebu, jagung dan ubi seluas dua juta hektare untuk bahan...

Pemerintah Berharap Tak Impor Gula Tahun Ini

Kementan Matangkan Pengembangan Tebu untuk Bahan Baku Bioetanol

30 September 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan pengembangan tebu dari hulu guna memastikan ketersediaan bahan baku bioetanol nasional...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Cara Tepat Meningkatkan Panen Kopi

Cara Tepat Meningkatkan Panen Kopi

18 Mei 2026
BPDP Terus Perkuat Layanan Ekspor Sawit Melalui Digitalisasi

BPDP Terus Perkuat Layanan Ekspor Sawit Melalui Digitalisasi

19 April 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.