a
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Semusim
  • Tahunan
  • Pasca Panen
  • Agribisnis
  • Lainnya
    • Penyegar
    • Market
    • Info Kebun
    • Benih
    • Teknologi
    • Regulasi
    • Etalase
    • Opini
No Result
View All Result
Perkebunan
No Result
View All Result
Wamendag Sebut Program Biodisel B50 tak Ganggu Ekspor Minyak Sawit

Pemerintah Terus Mendorong Instrumen Penerapan ISPO

28 Januari 2026
0
Share on FacebookShare on Twitter

PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah mendorong instrumen penerapan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai narasi yang berimbang melalui penyampaian informasi yang objektif dan berbasis data, serta melalui implementasi praktik terbaik di lapangan.

“Beberapa isu yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan, antara lain terkait keamanan pangan, praktik pengolahan minyak nabati, serta tuntutan pasar terhadap produk yang makin berkelanjutan (sustainable),” ujar Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam keterangannya dikutip Rabu (28/1/2026).

Wamendag Roro mengatakan, Kementerian Perdagangan memandang isu-isu keberlanjutan sebagai tantangan sekaligus peluang memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha serta memperkuat posisi produk sawit nasional di pasar global.

ISPO mewajibkan pelaku usaha sawit untuk memenuhi berbagai ketentuan, antara lain mekanisme penyelesaian konflik lahan yang terdokumentasi, sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemenuhan standar ketenagakerjaan.

Dengan demikian, keberlanjutan tidak hanya menjadi komitmen di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kegiatan usaha.

Roro mengatakan, dalam kebijakan perdagangan luar negeri, Indonesia secara konsisten menempuh dua arah kebijakan utama.

Pertama, memastikan kelancaran arus ekspor dengan tetap menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pasokan di dalam negeri.

Kedua, memperkuat transparansi serta kepastian kebijakan agar dunia usaha memiliki prediktabilitas dalam berinvestasi dan mengembangkan pasar.

Pemerintah juga terus melakukan penyempurnaan tata kelola ekspor kelapa sawit, antara lain melalui penyederhanaan prosedur, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), serta dorongan penerapan praktik usaha yang berkelanjutan.

Langkah-langkah ini menjadi penting untuk menjaga daya saing produk sawit Indonesia, khususnya di pasar yang makin memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Menurut Wamendag, Pakistan merupakan salah satu pasar utama minyak sawit Indonesia. Karena tata kelola ekspor terus disempurnkan melalu sistem ketertelusuran.

Dari berbagai pertemuan dengan pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi industri setempat, terkonfirmasi bahwa minyak sawit Indonesia telah berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan minyak nabati, menyediakan harga yang kompetitif, dan mendukung perkembangan industri pengolahan pangan di Pakistan. Indonesia dipandang sebagai mitra dagang yang konsisten, efisien, dan dapat diandalkan. (fad)

 

Tags: ISPOkemendagsawit

Related Posts

Pengembangan Perkebunan di Lahan Suboptimal Jadi Peluang Strategis

Kemenperin Perkuat Industri Kakao Siapkan 100 Cocoa Doctor

20 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing...

Kementan Kembangkan Kawasan Tebu Seluas 97.970 Hektare

Kementan Perkuat Langkah Lindungi Produktivitas Perkebunan

17 Oktober 2026

PERKEBUNAN INDONESIA - Kementerian Pertanian (Kementan) sigap menyiapkan mitigasi dampak cuaca terhadap komoditas perkebunan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma Riau turun

Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma Riau Juga Naik Lagi

23 Juli 2025
Kementan Catat Stok Beras Nasional Capai 4,3 Juta Ton

Kementan Catat Stok Beras Nasional Capai 4,3 Juta Ton

1 April 2026
Perkebunan Indonesia

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Sample Page
  • Tentang Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Sawit dan Palma
  • Agribisnis
  • Market
  • Headline
  • Info Kebun
  • Teknologi
  • Regulasi
  • Etalase
  • Opini

© 2025 Perkebunan Indonesia - Referensi dan Informasi Perkebunan Indonesia.