PERKEBUNAN INDONESIA – Pemerintah mendorong instrumen penerapan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai narasi yang berimbang melalui penyampaian informasi yang objektif dan berbasis data, serta melalui implementasi praktik terbaik di lapangan.
“Beberapa isu yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan, antara lain terkait keamanan pangan, praktik pengolahan minyak nabati, serta tuntutan pasar terhadap produk yang makin berkelanjutan (sustainable),” ujar Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam keterangannya dikutip Rabu (28/1/2026).
Wamendag Roro mengatakan, Kementerian Perdagangan memandang isu-isu keberlanjutan sebagai tantangan sekaligus peluang memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha serta memperkuat posisi produk sawit nasional di pasar global.
ISPO mewajibkan pelaku usaha sawit untuk memenuhi berbagai ketentuan, antara lain mekanisme penyelesaian konflik lahan yang terdokumentasi, sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemenuhan standar ketenagakerjaan.
Dengan demikian, keberlanjutan tidak hanya menjadi komitmen di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kegiatan usaha.
Roro mengatakan, dalam kebijakan perdagangan luar negeri, Indonesia secara konsisten menempuh dua arah kebijakan utama.
Pertama, memastikan kelancaran arus ekspor dengan tetap menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pasokan di dalam negeri.
Kedua, memperkuat transparansi serta kepastian kebijakan agar dunia usaha memiliki prediktabilitas dalam berinvestasi dan mengembangkan pasar.
Pemerintah juga terus melakukan penyempurnaan tata kelola ekspor kelapa sawit, antara lain melalui penyederhanaan prosedur, penguatan sistem ketertelusuran (traceability), serta dorongan penerapan praktik usaha yang berkelanjutan.
Langkah-langkah ini menjadi penting untuk menjaga daya saing produk sawit Indonesia, khususnya di pasar yang makin memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Menurut Wamendag, Pakistan merupakan salah satu pasar utama minyak sawit Indonesia. Karena tata kelola ekspor terus disempurnkan melalu sistem ketertelusuran.
Dari berbagai pertemuan dengan pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi industri setempat, terkonfirmasi bahwa minyak sawit Indonesia telah berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan minyak nabati, menyediakan harga yang kompetitif, dan mendukung perkembangan industri pengolahan pangan di Pakistan. Indonesia dipandang sebagai mitra dagang yang konsisten, efisien, dan dapat diandalkan. (fad)




