JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Pemerintah terus mengembangkan dengan meningkatkan produksi kopi, karena memiliki potensi yang besar di pasar dunia.
“Saat ini, harganya sekarang lagi bagus-bagusnya, agar produktivitasnya naik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas, Kamis (15/5/2025).
Menurut Zulhas, salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan memilih bibit yang berkualitas.
Zulhas mengatakan, untuk mengembangkan potensi kopi diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
Selain itu, lanjut Zulhas, teknik pengolahan dan juga pengemasan kopi juga penting untuk diperhatikan.
Zulhas mengungkapkan, Indonesia memiliki wilayah yang sangat cocok untuk perkebunan kopi.
Dari wilayah paling barat di mulai dari Aceh, hingga Papua, semua mempunyai biji kopi dengan cita rasa yang khas.
Indonesia memiliki 54 Indikasi Geografis (IG) sebaran kopi, yakni 26 IG arabika, 24 IG robusta, tiga IG liberica dan satu IG excelsa.
“Kopi bukan hanya komoditas tapi bagian dari bentuk kehidupan masyarakat kita di setiap sudut negeri, dari pegunungan Gayo hingga lereng Toraja, kopi menjadi simbol kerja keras, warisan budaya dan kebanggaan bangsa kita,” jelas Zulhas.
Zulhas menyebutkan, Indonesia saat ini berada di peringkat keempat setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
“Kita kalah dari Vietnam sekarang, saya lihat perkebunan kopi Vietnam bagus sekali, lalu Kolombia (peringkat ketiga),” kata Zulhas.
Padahal, tambah Zulhas, Indonesia memiliki sebaran luasan lahan yang sangat besar dalam pengembangan kopi. Hal ini menjadi potensi dalam pengembangan kopi agar lebih banyak diserap di global.
Zulhas menyebutkan, komoditas kopi berkontribusi 6,6 persen terhadap produksi kopi dunia. Data Kementan luas perkebunan kopi mencapai 1,25 juta hektare (ha).
Namun produktivitas perkebunan kopi di Indonesia masih di bawah 1 ton per hektare. Padahal potensinya bisa di atas 1,5 ton/ha.
Sentra produksi kopi di Indonesia tersebar dari di beragam daerah, dari Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Aceh, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesu Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Zulhas berharap Indonesia bisa menyalip posisi Vietnam yang saat ini berada di posisi kedua untuk produsen kopi terbesar di dunia. (fad)




