JAKARTA, perkebunanindonesia.com – Kolaborasi antara manajemen PalmCo dan serikat pekerja menjadi salah satu faktor kunci yang membuat proses transformasi berjalan baik.
“Proses merger bukanlah hal yang mudah,” ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti dikutip Minggu (4/5/2025).
Menurut Jatmiko, perubahan fundamental tidak akan berhasil tanpa adanya kepercayaan dari masing-masing pihak.
“Namun sinergi dengan serikat pekerja menjadi kunci utama sehingga proses integrasi ini dapat berjalan on the track dan memberikan hasil yang baik, tidak hanya bagi Perusahaan tetapi juga bagi seluruh insan pekerja,” terang Jatmiko.
Lebih lanjut Jatmiko mengatakan, PalmCo selalu berupaya untuk menjaga komunikasi dua arah yang sehat, terbuka dan membangun, demi mewujudkan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan transformasi korporasi bukan hanya ditentukan oleh strategi dan sistem, tapi juga oleh kekuatan sosial dalam tubuh perusahaan,” ujar Jatmiko.
Menurut Jatmiko, serikat pekerja, sebagai mitra terbesar dalam perjalanan perubahan ini, menunjukkan kedewasaannya untuk tidak hanya menuntut aspirasi, namun juga mendengar kondisi.
Direktur SDM dan Teknologi InformasiPTPN IV PalmCo, Suhendri mengungkapkan, pasca integrasi, SPBUN tingkat Regional yang tersebar di unit-unit kerja bersepakat untuk tetap menggunakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Tahun 2023 sebagai dasar relasi industrial.
Menurut Suhendri, hal ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kesinambungan hak-hak pekerja di tengah perubahan struktur korporasi.
“Walau berasal dari latar belakang dan kebijakan kerja yang berbeda sebelum merger, seluruh pengurus dan anggota SPBUN menunjukkan semangat kebersamaan dalam menyongsong kebijakan bersama yang lebih menyeluruh,” ujar Suhendri.
Lebih jauh, Suhendri menuturkan, saat ini proses penyelarasan aspirasi tengah berlangsung di seluruh unit kerja dan akan menjadi fondasi bagi penyusunan PKB baru yang direncanakan rampung pada Oktober 2025.
“Kami sangat menghargai kematangan hubungan industrial yang telah dibangun oleh SPBUN bersama manajemen,” ujar Sehendri.
Proses ini tidak hanya tentang harmonisasi administratif, lanjut Suhendri, tetapi juga membuktikan bahwa transformasi bisa berjalan selaras dengan perlindungan terhadap hak-hak pekerja.
Sementara itu, Ketua Umum SPBUN Tingkat Perusahaan PTPN IV PalmCo Muhammad Iskandar mengungkapkan, serikat pekerja kini memiliki orientasi yang semakin strategis, tidak hanya sebagai penyambung aspirasi karyawan, tetapi juga sebagai mitra perusahaan dalam mengawal proses perubahan.
“Kami di SPBUN meyakini bahwa perusahaan yang sehatakan membawa kesejahteraan bagi karyawannya termasuk keluarganya,” ujar Iskandar.
Iskandar mengatakan, pihaknyamengambil sikap mendukung penuh proses transformasi PalmCo, tentu sambil terus mengawal hak dan kepentingan pekerja secara konstruktif.
Menurut Iskandar, pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan di tengah proses restrukturisasi agar tidak disusupi kepentingan-kepentingan sepihak yang akan mengganggu pencapaian tujuan bersama.
“Dibawah naungan Federasi Serikat Pekerja Perkebunan (FSBUN) PTPN, setelah merger justru kami semakin solid. Kami tidak ingin transformasi ini hanya berhenti di tataran kebijakan. (har)




